Kritik Pelanggaran HAM di Bahrain, Dubes Swiss Dipanggil Oleh UEA

Senin, 20 Maret 2017

VOA-ISLAMNEWS.COM, EMIRAT ARAB – Uni Emirat Arab memanggil duta besar Swiss atas pernyataan yang dibuat oleh Swiss di PBB terkait pelanggaran hak asasi manusia di Bahrain.

Pada hari Minggu, Menteri Luar Negeri UEA mengatakan kepada Duta Besar Swiss bahwa “masalah itu lebih baik jika diselesaikan melalui saluran bilateral yang didirikan antara Bahrain dan Swiss.”

UEA juga mengklaim bahwa Swiss telah gagal memahami bahwa rezim Al Khalifah telah mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki hak asasi manusia di kerajaan kecil Teluk Persia.

Pekan lalu, Duta Besar Swiss Valentin Zellweger di PBB, meminta Manama untuk bekerja sama dengan Dewan Hak Asasi Manusia, dan menyuarakan kecemasan atas pemerintah Bahrain yang melakukan tindakan represi terhadap masyarakat sipil negara itu.

“Penyiksaan, tidak adanya jaminan pengadilan yang adil dan penggunaan kekuatan yang berlebihan selama demonstrasi damai, serta pembalasan terhadap korban pelanggaran hak asasi manusia atau orang-orang yang bekerja sama dengan PBB, telah menjadi perhatian serius di Bahrain,” katanya.

Pada hari Kamis, Human Rights Watch menyuarakan keprihatinan mendalam atas kegagalan PBB dalam mengatasi pelanggaran hak asasi manusia di Bahrain.

Demonstran anti-rezim telah mengadakan demonstrasi di Bahrain hampir setiap hari sejak pemberontakan rakyat dimulai pada tanggal 14 Februari 2011.

Pada tanggal 14 Maret 2011, pasukan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab dikerahkan ke Bahrain untuk membantu pemerintah Manama dalam menindak keras pada demonstran.

Sejumlah orang telah kehilangan nyawa mereka dan ratusan lainnya menderita luka-luka atau ditahan. [Voai]

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment