Laporan AS: Bermodel Perusahaan! Saudi Akan Segera Runtuh

saudi-as

VOA-ISLAMNEWS.COM, AMERIKA – Sebuah laporan dari sebuah situs Pertahanan Amerika, pada sabtu (10/09) menyebutkan bahwa Saudi bukanlah bertindak sebagai sebuah negara tetapi bertindak sebagai sebuah perusahaan keluarga yang menggunakan model bisnis yang cerdas yang tidak berkelanjutan dan di organisir oleh keluarga yang korup serupa dengan organisasi kriminal yang tidak akan bertahan lama dan akan segera runtuh. (Baca: BANGKRUT! Arab Saudi Jual Obligasi Untuk Tutupi Defisit Anggaran)

Kerajaan Arab Saudi Di Ambang Kehancuran

Situs ini menyebutkan dalam sebuah laporan yang dikutip al-Maaloomah bahwa penguasa Al-Saud sebenarnya bertindak sebagai perusahaan perdagangan keluarga dan raja Salman hanya menjabat sebagai “Direktur Eksekutif” yang menggunakan bisnis minyak untuk membeli loyalitas politik di dalam dan di luar Arab Saudi.

Laporan ini juga menyerukan AS dan para pengambil keputusan di Gedung Putih untuk mulai mengambil langkah-langkah yang diperlukan dan membuat perencanaan terhadap apa yang akan terjadi setelah keruntuhan Arab Saudi. Laporan ini juga menunjukkan tentang keberanian Saudi dalam meningkatkan penjualan produksi minyak meskipun penurunan harga minyak telah mengalami merosotnya pendapatan dan sumber daya lainnya. (Baca: Arab Saudi Tidak Bisa Diselamatkan dari Kebangkrutan)

Laporan ini juga menegaskan bahwa tingginya harga loyalitas politik di Kerajaan Saudi dan untuk itu Raja Salman harus membayar ratusan juta dolar hanya untuk membeli loyalitas “para tokoh” yang telah menyatakan kesetiaannya pada mendiang Raja Abdullah bin Abdul Aziz, dan ini adalah salah satu faktor yang memicu runtuhnya Kerajaan Al-Saud. Laporan ini juga menunjukkan bahwa Arab Saudi mungkin akan menghadapi nasib yang sama dengan apa yang terjadi sekarang seperti yang terjadi di Somalia dan Sudan Selatan, mereka juga menghadapi adegan yang sama dan juga menghadapi masalah-masalah politik. (Baca: Raja Salman Penyebab Kehancuran Dinasti Saudi)

Perlu diingat bahwa Arab Saudi saat ini sedang mengalami situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya, Saudi sedang menghadapi ketegangan politik serta banyaknya masalah dan krisis di tingkat internal maupun eksternal setelah kenaikan defisit anggaran negara yang telah mencapai hamper US $ 88 miliar. (VOAI)

Sumber: Salafynews.com

Related posts

Leave a Comment