Liburan ke Maroko Raja Saudi Habiskan 5 Milyar Riyal

liburan_raja_salman.jpg

Sabtu, 13 Agustus 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, RIYADH – Whistle-blower Saudi Mujtahid, yang diyakini adalah anggota kerajaan atau memiliki sumber yang terhubung dalam keluarga kerajaan, dalam serangkaian Tweet-nya ia mengungkapkan biaya kunjungan Raja Saudi Salman bin Abdul Aziz bersama putranya Pangeran Mohammed, yang menyewa lebih dari 4.000 fasilitas di kota Tangier, Maroko.

Mujtahid mengatakan “saat anak-anak kita hidup dalam kekerasan perang, Raja Salman dan putranya, Mohammed, justru hidup dengan lebih dari 4.000 fasilitas, dengan kemegahan dan kemewahannya dari hasil korupsi dan melakukan kegilaan yang sangat memalukan”.

Dia juga menambahkan, “kelas pertama delegasi (keluarga dan kerabat terdekat) tinggal bersama raja dan putranya Mohammed di tiga istana mewah di Tangier, setiap istana seperti sebuah desa yang lengkap dengan pelayanannya”.

Ia melanjutkan: “Mohammed bin Salman tidak hanya puas dengan itu, kini ia juga membangun sebuah istana mega di Tangier yang mengungguli istana “Dolmabache” di Turki, bahkan jauh lebih mahal miliaran riyal.”

Adapun untuk mereka yang kelas dua, Mujtahid menjelaskan, “mereka adalah teman dekat putra Raja Salman, perwira, dan pengawal kerajaan, menempati ratusan vila wisata di tepi pantai Parc Perdicaris dan Achakkar. Sedangkan kelas tiga adalah saudara, pejabat senior kerajaan dan tokoh-tokoh penting, tetapi mereka kurang beruntung dengan hanya menempati Hotel Farah di Tangier. Kelas empat adalah sisa delegasi dari karyawan biasa, temannya teman dan perantara yang mengurusi perjalanan Raja menempati delapan hotel yang semua kamar-kamarnya telah dipesan”.

Selain itu, kerajaan juga menyewa ribuan mobil mewah bersama sopirnya yang siap melayani selama 24 jam sesuai dengan kelas dan tingkatannya, ujar Mujtahid.

Warbler terkenal juga mengatakan, “Kelas pertama menggunakan mobil Rolls-Royce dan Bentley, kelas kedua menggunakan Maybach dan Mercedes, kelas ketiga menggunakan kendaraan travel dan kelas keempat menggunakan bis Mercedes”.

Kerajaan telah memesan semua fasilitas hotel, villa, mobil dan pelayanan mewah lainnya dimulai dari dua minggu sebelum kedatangan dan dua minggu setelah kepergiannya pada akhir Agustus. Raja akan tiba pada pertengahan bulan Juli dan akhir Agustus akan meninggalkan Maroko, setidaknya semua itu dipesan penuh selama dua bulan setengah atau 75 hari.

Diperkirakan biaya harian yang dikeluarkan untuk membayar semua fasilitas itu sekitar 40 juta riyal ditambah dengan 50 juta riyal untuk biaya hidup. Jika biaya itu kita akumulasi selama 75 hari, maka biaya perjalanan Raja mencapai 4-5 milyar riyal. Biaya yang dikeluarkan itu setara dengan anggaran gaji 40.000 tentara selama setahun penuh. Semua ini belum termasuk biaya pesta seks, hura-hura, khamer, narkoba, dan prostitusi dari setiap tingkatan dan kelas.

Mujtahid juga mengatakan, “wanita-wanita cantik Maroko yang disewa untuk memuaskan seks Raja, putra dan seluruh rombongannya mendapatkan pendapatan permalamnya, sama dengan pendapatan mereka selama satu tahun bekerja sebagai pelacur”.

Mereka yang menyebut diri mereka penguasa Arab, Muslim dan Khadim Haramain menghambur-hamburkan uang rakyat untuk pesta seks, narkoba dan segela macam kemaksiatan. Sementara, rakyat Saudi hidup dalam kemiskinan dan meningkatnya pengangguran. Bahkan mereka tidak peduli dengan para pengungsi Suriah, Irak dan Yaman yang kehilangan rumah, pekerjaan dan mata pencarian akibat gerombolan teroris yang mereka persenjatai dan biayai.

Media Maroko menyebut bahwa kunjungan Raja Salman bersama rombongan ke kota Tangier, ditujukan untuk merayakan pernikahan salah seorang putranya dengan putri Salma, yang akan dihadiri oleh Raja mohammed VI dan istrinya, dan akan diselenggarakan sesuai tradisi Arab Saudi dengan sentuhan tambahan ala Maroko. [Voai]

Sumber; Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment