Makam Sufi di Yaman Kembali Dihancurkan Oleh Milisi Dukungan Saudi

sheikh_abdul_hadi_al_shoodi.jpg

Minggu, 31 Juli 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, YAMAN – Milisi yang didukung Saudi di Yaman kembali menghancurkan sebuah makam keramat berusia berabad-abad dari seorang Muslim Sufi di barat daya negara itu.

Sumber-sumber lokal dengan syarat anonim, mengatakan milisi menyerang makam Sheikh Abdulhadi al-Soodi di lingkungan Ashrafiya, kota Ta’izz, terletak 346 kilometer (214 mil) selatan ibukota Sana’a, pada hari Jumat.

Laporkan itu juga menyebutkan bahwa mereka telah membongkar jenazahnya. Para militan kemudian membom makam, hingga menghancurkan kubah dan merusak dinding, kantor berita Yaman Press melaporkan.

Makam_Sufi_Yaman

Kekuatan ledakan juga merusak sejumlah bangunan di sekitarnya, dan setidaknya 20 warga sipil menderita luka-luka terkena puing-puing yang berterbangan dari bangunan yang hancur.

Sheikh Soodi adalah seorang sufi terkenal yang hidup pada abad ke-9 dan menulis sejumlah buku tentang mistisisme.

Secara terpisah, beberapa tentara bayaran yang didukung Saudi tewas ketika pasukan Yaman, yang didukung oleh para pejuang dari Komite Populer, menembakkan sejumlah peluru artileri ke kamp militer musuh di wilayah Sadba, provinsi al-Jawf.

Penembak jitu Yaman juga menewaskan tiga penjaga perbatasan Saudi, termasuk seorang perwira di daerah pegunungan al-Dukhan wilayah perbatasan barat daya Jizan.

Milisi_Dukungan_Saudi_Hancurkan_Makam_Sufi

Selanjutnya, enam tentara Saudi tewas saat pasukan Yaman menembakkan rentetan peluru artileri ke kamp militer mereka di wilayah Asir yang berbatasan dengan Yaman.

Selain itu, pasukan Yaman meluncurkan tiga rudal balistik ke kamp militer Rajla di wilayah Najran, barat daya Arab Saudi pada hari Sabtu, meskipun tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.

Sebuah tank tempur dan kendaraan militer lapis baja juga hancur dalam serangan rudal oleh tentara Yaman dan pasukan sekutu terhadap pangkalan militer al-Makhrouq di Najran.

Yaman telah berada di bawah serangan militer Arab Saudi sejak 26 Maret 2015. Perang yang diluncurkan koalisi pimpinan Saudi dalam upaya untuk melemahkan gerakan Houthi Ansarullah dan mengembalikan kekuasaan Abd Rabbuh Mansur Al-Hadi, yang telah mengundurkan diri sebagai presiden Yaman. [Voai]

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment