Mantan Budak Seks Teroris Ungkap Bahwa ISIS Suka Melakukan Seks Beramai-ramai

wanita-yang-djadikan-budak-seks-teroris
Selasa, 10 Januari 2017

VOA-ISLAMNEWS.COM, IRAK – Seiring dengan berjalannya waktu, terungkap beberapa fakta dan cerita yang mengisahkan sejauh mana kejahatan dan kekejaman yang dilakukan oleh organisasi teroris ISIS di Irak dan Suriah, dan kali ini terungkap kisah tragedi seorang gadis yang dieksploitasi secara seksual oleh anggota organisasi teroris dan mereka melakukanya dengan anggapan bahwa gadis ini adalah budak seks mereka. (Baca: Kesaksian Janda Teroris: ISIS Dihuni Orang-orang Munafik dan Maniak Seks)

Gadis yang malang itu bernama bernama “Lamia Alhaj Bashar”, seorang gadis Yazidi. Ia adalah gadis yang harus merasakan luka pahit akibat sebuah ledakan besar yang meninggalkan bekas pada wajahnya serta menyebabkan sakit psikologis parah, dan setiap kali ia mengingat apa yang telah dilakukan oleh anggota-anggota teroris ISIS pada dirinya, ia langsung merasakan sakit dan tekanan psikologis yang kuat yang mengguncang dirinya, dimana ia diperlakukan oleh anggota-anggota teroris ISIS sebagai budak seks. Bukan hanya itu, ia juga harus merasakan penyiksaan dengan dipukul dan sering diikat dengan rantai. Namun gadis ini memiliki keberanian yang besar yang membuat ia nekat melarikan diri dari anggota teroris ISIS yang terkenal sangat kejam dan saat ini ia bermukim di Jerman, seperti dilansir oleh Arabic.SputnikNews (10/01).

Lamia Alhaj Bashar mengisahkan kisahnya kepada wartawan “Daily Mail” Inggris dan ia mengatakan bahwa organisasi teroris ISIS telah membunuh ayahnya dan saudara-saudara perempuannya lalu menculiknya dan mengatakan bahwa mereka telah menjadikannya budak dari pembunuh yang membawanya. Lamia mengatakan bahwa dirinya terus merasakan penderitaan semacam ini selama dua tahun dengan selalu mengalami pemukulan dan pemerkosaan oleh sejumlah besar pria termasuk pria yang sudah tua dari anggota ISIS. Ia mengatakan bahwa “mereka melemparkan saya ke sebuah ruangan dan memperkosa saya secara bergantian dan berturut-turut oleh 40 orang”. Meskipun ia mengalami kondisi sulit, ia tidak menyerah, ia mengatakan bahwa ”meskipun pria-pria ini lebih kejam dari mosnter sekalipun, dan aku akan tetap kuat karena aku ingin menghadapi tantangan kehidupan yang mereka berikan kepadaku”. (Baca: Kesaksian Militan ISIS Inggris: Barat Dibalik Derita Rakyat Suriah)

Lamia menceritakan bahwa dirinya juga melihat pasar milik ISIS yang di dalamnya menjual anak-anak, serta sebagai tempat transaksi eksploitasi seksual, bahkan ia juga pernah dipaksa untuk merakit bom. Ia mengatakan bahwa setelah ia diculik oleh ISIS ketika berada di jalan menuju Raqqa Suriah, seorang pria Arab berumur 40 tahun kemudian membelinya dan seorang saudara perempuannya lalu membawa ia serta saudara perempuannya ini ke kota Raqqa Suriah dan meninggalkan mereka berdua dengan tangan terborgol dan menjual mereka berdua kepada dua lelaki yang berbeda dengan harga masing-masing 100 pounsterling dan Lamia berakhir di tangan pria di Mosul.

Setelah dipindahkan dari satu rumah ke rumah lain, ia kemudian ditahan di tempat yang dekat dengan kawasan Kurdi, dan pamannya menyewa seorang penyelundup dan membayarnya US $ 7.500 agar bisa menyelundupkannya, dan pada malam hari Lamia beserta perempuan lain serta seorang anak perempuan berusia 9 tahun berhasil melarikan diri dengan bantuan sang penyelundup. Dan pada jam 4 pagi, seorang perempuan yang bersamanya tanpa sengaja menginjak ranjau yang tertanam di tanah dan meledak. Semua yang ada telah tewas kecuali Lamia yang selamat namun ia menderita luka parah, ia dibawa ke Jerman dengan bantuan “Air Bridge Irak”, sebuah badan amal yang telah mendanai dua operasinya untuk mengembalikan beberapa penglihatan di mata kirinya dan terapi laser untuk mengurangi bekas luka yang di wajahnya. (VOAI)

Sumber: Salafynews.com

Related posts

Leave a Comment