Media AS Kecam Partai Demokrat Agar Hentikan Salahkan Putin

putin.jpg

Senin, 1 Agustus 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, WASHINGTON DC – Hal yang menarik sekali lagi terjadi dalam pemilihan calon presiden AS pada tahun ini. Tim Sukses Kampanye Hillary lagi-lagi melakukan kebohongan demi menutupi kebohongan sebelumnya, saat pihak keamanan DNC dengan konyol membuat klaim palsu yang mengatakan bahwa mereka berhasil menemukan sumber hacker hanya dalam hitungan jam. Sesuatu yang menurut laporan Sputnik pada Minggu (31/07), secara teknologi tidak mungkin.

Pada malam Konvensi Partai Demokrat di Philadelphia, posisi calon presiden Hillary Clinton diguncang dengan terungkapnya dokumen-dokumen partai Demokrat yang mengekspos keterlibatan kampanyenya dalam siasat licik, bersama dengan para petinggi Partai Demokrat dan para anggota media-media besar, untuk berlaku curang dengan menyingkirkan Bernie Sanders. (Baca juga:Hillary atau Trump? Ancaman Perang Nuklir Dibalik Pemilu AS)

e8defaf16205ddf53d24e0943f1791c6
Dirilisnya 20.000 email melalui WikiLeaks tampaknya jelas akan mempengaruhi perolehan suara istri mantan Presiden AS, Bill Clinton, tersebut. Sputnik dalam artikel politiknya menulis bahwa secara menggelikan manajer kampanye Hillary, Robby Mook dalam usahanya menyelamatkan situasi membalik narasi dengan menyatakan bahwa Rusia adalah dalang dibaliK hal ini.

Pernyataan aneh yang sepertinya diambil langsung dari novel mata-mata Tom Clancy dengan menyebut, “Orang-orang Rusia” ada di balik kebocoran email dan itu adalah konspirasi oleh Putin untuk membantu orang-orang memilih Donald Trump. Dan seperti biasa, teori konspirasi gila ini cepat terbakar dan media-media melahap pernyataan itu dengan mudah, kemudian segera menyebar luas. (Baca juga:Wikileaks Versus Hillary Clinton Ratu Skandal Email, Ganjal Konvensi Partai Demokrat)

Ulah Demokrat yang segera menyerang Putin, menyalahkan Rusia atas diretasnya email partai Demokrat dan mengklaim bahwa pemerintah Putin berusaha untuk mempengaruhi politik Amerika ini menurut sebuah situs media berita Amerika, PJ Media, tidak ada hubungannya dengan fakta bahwa memang pihak-pihak dalam Partai Demokratlah yang menulis email-email tersebut, terlepas dari siapa yang meretasnya.

Pj Media juga mencantumkan catatan dari Scott Shackford , tim redaktur media reason.com dalam tulisannya, “Putin Isn’t Responsible for How the Democrats Treated Sanders’ Campaign” yang berbunyi:

“ Putin bisa jadi mungkin atau tidak mungkin memainkan beberapa peran dalam peretasan email DNC, dan tentu saja sudah seharusnya bahwa pemerintah menyelidiki dan melacak siapa yang bertanggung jawab.”
“Tapi tetap saja baik Putin maupun hacker Rusia tidak bertanggung jawab terhadap cara partai (Demokrat) dalam memperlakukan Sanders dan pendukungnya.”
“Dan upaya ini, yang dengan cepat melemparkan masalah ke Trump dan Putin memiliki efek samping dari lagi-lagi (disengaja atau tidak) menyepelekan Sanders dan kepedulian pendukungnya.”

Tentu saja, Shackford benar. Merupakan langkah yang strategis, mencoba untuk menangkis hal ini dengan melemparkan kepada Putin dalam pikiran para pemilih, adalah langkah yang cukup pintar.

“Ini adalah kasus seperti berusaha untuk membuat limun dari lemon yang telah terlanjur diserahkan para pemilih. Menyebalkan memang. Tapi siapa yang peduli jika hal itu benar atau tidak(pelaku adalah Rusia)?” tulis Pj Media. Tetap saja keberadaan email-email itu adalah fakta. Lagipula tuduhan itu dilontarkan Demokrat yang sudah diketahui biasanya tidak benar. (VOAI)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment