MENGEJUTKAN!!! Inilah Pengakuan Jurnalis Maysir Yildiz Soal Kudeta Turki



Minggu, 5 Maret 2017

VOA-ISLAMNEWS.COM, ANKARA – Seorang jurnalis wanita Maysir Yildiz, dalam artikelnya di situs berita Oda tv, salah stasiun tv  sayap kiri, mengatakan bahwa ketua intelijen Turki Hakan Fidan secara diam-diam bertemu dengan Kepala Staf Angkatan Darat Hulusi Acar selama enam jam, satu hari sebelum pecahnya peristiwa yang disebut “upaya kudeta “pada 15 Juli 2016.

Pada saat waktu 6 jam itulah, kunjungan Fidan ke markas besar Staf Angkatan Darat dan pecahnya peristiwa kudeta yang gagal masih dipenuhi kecurigaan, ternyata Fidan mengadakan pertemuan sehari sebelum tragedi dengan Kepala Staf Angkatan Darat yang berlangsung 6 jam. Kelangsungan pertemuan rahasia ini sampai saat ini membangkitkan kecurigaan tentang sisi sebenarnya di balik upaya pengecut yang telah mengubah Turki menjadi neraka atau penjara terbuka akibat penangkapan masal atas tuduhan partisipasi dalam upaya kudeta.

Berikut adalah apa yang dinyatakan dalam sebuah artikel seorang jurnalis waniata Maysir Yildiz:

Berita tesebut sampai pada saya sekitar satu bulan setengah yang lalu, namun saya selalu menaruh curiga. sampai-sampai dikatakan bahwa berita ini sampai ke kepala Partai Republik Rakyat, Kemal Kelitisydar Oglu, namun dia tidak memiliki keberanian untuk mengungkapkannya.

Informasi pertemuan ini datang dari ucapan salah satu tahanan beberapa waktu selang upaya kudeta, kira-kira setelah 20 hari. Ia hadir di upacara Komando Pasukan Khusus yang dihadiri oleh Hulusi Acar dan Hakan Fidan pada 14 Juli. Seperti yang saya dengar juga dari beberapa jaksa, ditambah dengan informasi dari beberapa pejabat negara. Kemudian saya mendapat keyakinan dari salah satu peserta dalam upacara militer itu.

Hasil informasi yang sampai pada saya sebagai berikut:

Yang dijadwalkan saat itu adalah pembagian sertifikat untuk program khusus di markas Komando Pasukan Khusus, pada Jumat, Juli 15; karena itu sudah menjadi kebiasaan upacara ini diadaka pada hari Jumat.

Namun, ada proposal yang mengajukan untuk menunda upacara sampai dengan 18 Juli 2016, namun pada akhirnya tetap saja acara diadakan pada Kamis, 14 Juli.

Upacara dimulai pukul 15.00. salah satu hal yang mengejutkan dalam upacara adalah hadirnya Kepala Staf Angkatan Darat Hulusi Acar, menggantikan komandan kedua dari Staf Angkatan Darat sebagaimana sudah menjadi kebiasaan dalam upacara Komando Pasukan Khusus, bahkan jika upacara penyerahan dan penerimaan komando tentara, biasanya hanya diwakili komandan kedua dari Staf Angkatan Darat.

Menurut apa yang dia katakan kepada jurnalis Murat Tcelik, perwakilan dari koran “Wathan” di Ankara, kepala intelijen Hakan Fidan juga berpartisipasi dalam upacara ini.

Upacara berakhir pukul 18.00, setelah semua orang pergi keluar dan meninggalkan Komando Pasukan Khusus, kecuali Hulusi Acar dan Hakan Fidan, yang menuju ke taman, dengan mengatakan, “Kami ingin sendirian” Pertemuan bilateral dilanjutkan sampai 12:30 pada hari itu juga.

Pertemuan itu tidak keluar dari peristiwa 15 Juli … tapi yang mengejutkan adalah keheningan dan tidak ada pembicaraan tentang pertemuan yang berlangsung 6 jam satu hari sebelum kudeta, kecuali dua nama pemberi pengaruh besar ini yang banyak memberikan tanda seru dan menimbulkan banyak pertanyaan. [VOAI]

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment