Menghadapi Perselisihan, Rusia Sebar Sistem Rudal S-400 di Crimea

rusia-s-400

Sabtu, 13 Agustus 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, CRIMEA – Rusia mengerahkan resimen S-400, sistem rudal pertahanan udara canggih di Crimea setelah perselisihan antara Moskow dan Kiev atas situasi keamanan di semenanjung Laut Hitam.

Kantor berita Rusia TASS membuat pengumuman pada hari Jumat, yang mengutip pernyataan dari Kementerian Pertahanan Rusia.

Kementerian Pertahanan juga mengumumkan bahwa angkatan lautnya akan mulai menggelar latihan militer tiga hari di Laut Hitam untuk berlatih memukul mundur serangan bawah air oleh musuh.

Armada Laut Hitam Rusia yang berbasis di Crimea, ikut mengambil bagian dalam latihan militer. Lebih dari 10 kapal perang, helikopter MI-8 dan Ka-27PS berpartisipasi dalam pelatihan.

“Selama latihan kita akan berlatih isu baik dukungan operasional dan teknis. Ini termasuk operasi untuk melawan sabotase bawah air, latihan navigasi dan hidrografi, misi pencarian dan penyelamatan,” kata Angkatan Laut Rusia Laksamana Viktor Chirkov.

Sementara itu, Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev mengatakan pada hari Jumat bahwa Moskow bisa mengistirahat hubungan diplomatik dengan Kiev selama insiden keamanan di Crimea.

Kantor berita resmi Rusia mengutip pernyataan Perdana Menteri yang mengatakan bahwa ia tidak tertarik dalam memutus hubungan, tapi “jika tidak ada cara lain untuk mengubah situasi, Presiden bisa mengambil langkah ini.”

Dinas Keamanan Federal Rusia mengatakan pada hari Rabu bahwa mereka telah menggagalkan serangan oleh militer Ukraina ke Crimea selama akhir pekan, dan mengatakan dua orang Rusia tewas dalam insiden itu.

Intelijen pertahanan Ukraina menolak klaim Rusia atas serangan itu, dan mengatakan itu didasarkan pada “informasi palsu.”

Pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia datang dua hari setelah Presiden Vladimir Putin memerintahkan langkah-langkah untuk meningkatkan keamanan di Crimea.

Kremlin mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis bahwa Presiden Rusia mengadakan pertemuan dengan para kepala keamanan untuk meninjau “langkah-langkah tambahan untuk menjamin keamanan bagi warga dan infrastruktur penting di Krimea.”

“Skenario hati-hati dipertimbangkan untuk langkah-langkah keamanan anti-teroris di perbatasan baik darat maupun perairan dan di wilayah udara Crimea,” kata pernyataan itu.

Dewan Keamanan PBB juga menggelar pertemuan tertutup pada Kamis atas permintaan Ukraina untuk membahas peningkatan ketegangan. (VOAI)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment