Menhan Rusia Tak Hiraukan Kritik AS Soal Penyebaran Rudal di Kaliningrad

penyebaran-rudal-rusia

Rabu, 23 November 2016,

VOA-ISLAMNEWS.COM, MOSKOW – Kementerian Pertahanan Rusia tidak menghiraukan kritik AS atas rencana menggelar rudal balistik di sepanjang wilayah perbatasan negara itu dengan Lithuania dan Polandia. (Baca juga: Pertama Kalinya Rusia Gunakan Rudal Bastion Untuk Target Darat di Suriah; VIDEO)

Pada hari Selasa, juru bicara Departemen Luar Negeri AS Laksamana John Kirby mengatakan bahwa penyebaran sistem rudal anti-pesawat S-400 Rusia dan sistem rudal Iskander di Kaliningrad “adalah destabilisasi keamanan Eropa”.

Kaliningrad terletak antara Lithuania dari utara dan timur serta sebelah selatan Polandia.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Mayor Jenderal Igor Konashenkov mengatakan bahwa sebenarnya yang membahayakan keamanan regional adalah AS, dengan membikin-bikin ketegangan di Eropa dengan penyebaran sistem rudal dan pasukan AS.

Dia juga menyebutkan pembangunan fasilitas rudal AS di Polandia dan Rumania serta penyebaran pasukan NATO dan AS di Latvia, Lithuania, Estonia dan Polandia, serta rencana masa depan untuk menyebar marinir AS ke negara tetangga Rusia, Norwegia.

“Kita tidak harus menjadi laksamana untuk memahami hal yang sederhana: semua ancaman keamanan Eropa adalah konsekuensi dari kebijakan militer AS yang diimplementasikan dalam 10 tahun terakhir,” ujar Konashenkov, dan menekankan bahwa, “Kaliningrad adalah daerah integral bagian dari Federasi Rusia”. (Baca juga: Rusia: Retorika AS Soal Situasi di Suriah Didasarkan Kebohongan)

“Ketentuan Keamanan di Federasi Rusia adalah hak prerogatif pimpinan negara kita. Itu sebabnya, Anda sebaiknya tidak ikut campur keinginan tentang di mana, kapan, dengan cara apa dan bagaimana kita harus memastikan keamanan di wilayah kami,” tegasnya.

Sebelumnya pada hari itu, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa itu adalah hak Rusia untuk melindungi perbatasannya terhadap penumpukan pasukan NATO.

“Rusia melakukan yang terbaik untuk memastikan keamanan di tengah ekspansi NATO terhadap perbatasannya. Aliansi ini memang sebuah blok yang agresif, sehingga Rusia melakukan segala sesuatu yang bisa dilakukan dalam hal itu. Dalam hal ini ia memiliki semua hak-hak kedaulatan untuk mengambil semua langkah yang diperlukan atas wilayahnya,” katanya.

Aliansi militer pimpinan AS telah mengerahkan pasukan dan peralatan perang dekat dengan perbatasan Rusia setelah menghentikan semua hubungan dengan Moskow pada bulan April 2014. NATO menangguhkan hubungan dengan Moskow setelah semenanjung Krimea diintegrasikan ke Federasi Rusia menyusul referendum Maret 2014. (VOAI)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment