Menlu Suriah; Kami Siap Mendukung Pemerintah Persatuan

49c34978-e6e3-41ea-9c57-48bf5d9634.jpg

Selasa, 27 September 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, ALEPPO – Suriah mengatakan siap terlibat dalam pembicaraan yang dapat menghasilkan pembentukan pemerintahan persatuan di negara yang dilanda perang.

Dalam sebuah wawancara dengan TV al-Mayadeen yang berbasis di Lebanon, pada hari Senin, Menteri Luar Negeri Suriah Walid al-Muallem mengatakan pemerintah Damaskus telah mengusulkan roadmap politik yang bisa mengakhiri krisis lebih dari lima tahun di Suriah.

Dia juga mengatakan Damaskus akan mendukung gagasan referendum mengenai konstitusi baru yang diikuti dengan pemilihan parlemen dan pembentukan pemerintah persatuan.

Muallem mengatakan bahwa hambatan utama dalam penyelesaian politik di Suriah adalah dukungan yang diberikan oleh pemerintah Amerika Serikat, Inggris dan Perancis dan sekutu mereka di Timur Tengah terhadap teroris yang beroperasi di Suriah.

Dia juga menuduh Amerika Serikat, Inggris dan Perancis menggagas  pertemuan Dewan Keamanan PBB pada hari Minggu, hanya untuk mendukung teroris di Suriah.

Diplomat Suriah mengatakan kesepakatan gencatan senjata yang ditengahi oleh Moskow dan Washington masih layak, dan menambahkan militer AS yang harus disalahkan atas runtuhnya gencatan senjata dengan melakukan serangan yang disengaja terhadap pasukan bersenjata Suriah di Deir Ezzor.

Dia mengatakan serangan dua pekan lalu pada posisi militer Suriah di pegunungan Tharda, Deir Ezzor disengaja dan berkoordinasi dengan teroris ISIS Takfiri yang “bergegas mengambil kendali daerah yang dikuasai pemerintah hanya satu jam setelah agresi.”

Washington tidak pernah tulus dalam perdamaian di Suriah. Jika tidak, maka akan mendorong “negara agen seperti Arab Saudi, Qatar, dan Turki” untuk mematuhi gencatan senjata, kata Muallem.

Selama beberapa hari terakhir, Suriah telah berhasil membuat keuntungan terhadap teroris di bagian utara negara itu, setelah melancarkan operasi besar untuk membebaskan kota Aleppo dari militan. [VOAI]

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment