Mohammad Guntur Romli: HTI Peralat Anak-anak ‘Perang’ Lawan Ahok

TOLAK AHOK

VOA-ISLAMNEWS.COM, JAKARTA – Tidak ada gagasan yang lebih Khilaf selain mengusung gagasan penegakan Khilafah, ada 2 kubu pegiat Khilafah, yaitu Hizbut Tahrir dan ISIS dan semuanya berafiliasi ke madzhab Wahabi Saudi. Kepanjangan tangan Hizbut Tahrir di Indonesia yaitu HTI. (Baca: DELUSI NEGARA KHILAFAH)

Bedanya, Khilafah versi Hizbut Tahrir belum berdiri, sedangkan ISIS sudah mendeklarasikan Khilafah yang ber ibukota di Raqqah Suriah dan kemudian dikenal dengan IS (Islamic State). Tapi keduanya baik HTI ataupun IS sama-sama berpandangan bahwa pemerintahan Turki Utsmani yang runtuh pada tahun 1924 adalah sebuah Kekhalifahan, padahal jelas-jelas itu adalah Kerajaan. Kalaupun Turki Utsmani itu sebuah Khilafah, justru itu adalah bukti sejarah betapa Khilafah itu rapuh dan punah.

HTI Ajak Anak-anak Demo Tolak Ahok

Sungguh konyol ada yang berusaha menghidupkan Kembali “sistem” pemerintahan yang telah terbukti gagal itu. Mereka ngotot bahwa Khilafah adalah satu-satunya sistem atau bentuk pemerintahan yang Islami. Selainnya itu Kufur. (Baca: Inilah Sisi Gelap dan Mengerikan Kerajaan ‘Khilafah’ Turki Ottoman)

Mereka berpandangan akibat sistem sekuler negara bangsa, umat Islam terpecah belah dan terpisah karena batas-batas negara. Intinya mereka bercita-cita menyatukan semua umat Islam di seluruh dunia dalam satu naungan yang namanya Khilafah dan dipimpin oleh seorang yang disebut Khalifah, konsekuensinya adalah menghapus negara bangsa seperti Indonesia, Malaysia, Mesir dan seterusnya.

Mohammad Guntur Romli di akun fanpage Facebooknya menulis tentang pelanggaran HTI yang peralat Anak-anak untuk demo propaganda politik. Berikut tulisannya:

Hari Minggu, Hizbut Tahrir demo menolak ‘pemimpin kafir’ yang menurut mereka haram. Sasaran mereka siapa lagi kalau bukan Ahok. Karena demo mereka di Jakarta, bukan di Istanbul Turki, yang Pemerintahannya di bawah kendali Erdogan, sedang mesra kembali dengan Israel. (Baca: Inilah Kelompok Munafik yang Tak Cinta NKRI Tapi Cinta Turki)

Saya heran, mengapa Hizbut Tahrir mengurusi Pilkada DKI, dapat proyek berapa mereka? Siapa yang memberi mereka proyek? Berapa dananya? Karena mobilisasi massa dengan bus-bus dan kendaraan-kendaraan lainnya membutuhkan duit bukan doa.

Demo HTI Tolak Pemimpin Kafir

Saya sebut Hizbur Tahrir sedang menerima order bayaran, karena mereka masih menyoal ‘muslim’ dan ‘kafir’ bagi pemimpin DKI. Padahal bagi mereka, Pilkada DKI dan segala hal-ihwal yang terkait dengan produk demokrasi: haram dan kafir.

Jadi, meski pemimpin yang muslim sekali pun yang terpilih di Pilkada DKI, tapi karena Pilkada DKI adalah produk demokrasi yang kafir bagi Hizbut Tahrir, maka pemimpin itu tetap produk kafir.

Kalau Hizbut Tahrir demo dengan seruan “Tolak Pilkada DKI”, “Tolak Pemilu”, “Tolak Demokrasi”, “Tolak Pancasila dan UUD 45”, maka suara demo-demo ini murni suara mereka, bukan orderan. (Baca: Denny Siregar: Sejarah Berdarah Sistem ‘Khilafah’ Adalah Khayalan HTI)

Tapi selama mereka masih menyoal agama pemimpin, bukan menolak Pemilu yang merupakan produk demokrasi, maka, demo-demo mereka tak lebih dari orderan dan bayaran.

Bagi Hizbut Tahrir, demokrasi dan segala produknya ya kafir. Demokrasi adalah pabrik kekafiran, apapun produk yang keluar darinya, ya produk kafir. Produk kafir ya kafir, kafir ya haram.

Tapi jangan salah duga, mereka tidak suka yang kafir dan haram: mereka juga paling doyan produk kafir. Buktinya, mereka doyan propaganda lewat Facebook dan WhatsApp (WA) serta google. Oh ya, HP2 yang mereka pakai pastilah produk-produk China dan begitu pula dengan mainan anak-anak mereka. Semua produk orang kafir.

Tapi yang paling menyesakkan dari demo Hizbut Tahrir itu, mereka peralat anak-anak sebagai propaganda. Bila anak-anak ISIS diajari pegang senjata dan membunuh, maka anak-anak Hizbut Tahrir diajarkan pegang spanduk-spanduk propaganda dan mengkafirkan. Inilah lahan yang subur bagi radikalisme, selangkah lagi akan jadi terorisme. (Baca: Inilah Slogan Pembodohan HTI-Kelompok Khilafah yang Ingin Hancurkan NKRI)

Kepada anak-anaknya sendiri saja mereka tidak sayang, mereka peralat atas nama agama dan Tuhan—yang sebenarnya demi egoisme mereka sendiri dan fanatisme pada kelompoknya—bagaimana terhadap manusia-manusia lain, yang berbeda agama, suku, nasionalisme?

Melihat kawanan Hizbut Tahrir kita melihat anak-anak yang tak lagi lucu dan menggemaskan, tapi sudah jadi bagian propaganda yang mencemaskan. (Baca: HTI, PKS, Wahabi Sebarkan Isu Anti Nasionalisme-Toleransi Untuk Hancurkan NKRI)

Apakah Pemerintah ada kepedulian untuk menghentikan kegilaan ini? Anak-anak yang sudah dirusak dengan propaganda, berarti tak ada masa depan lagi bangsa ini. (VOAI)

Sumber: Salafynews.com

Related posts

Leave a Comment