Pakar Politik: Operasi Militer AS di Yaman Bisa Jadi Pukulan Keras Bagi Saudi

Minggu, 5 Maret 2017

VOA-ISLAMNEWS.COM, AMERIKA – Operasi militer AS di Yaman akan berpotensi menghadapi pukulan ke Arab Saudi, yang melakukan serangan udara sendiri di negara yang dilanda krisis, kata seorang analis politik.

Dean Henderson, penulis dan analis politik dari Missouri, mengatakan aksi militer yang lebih agresif terhadap al-Qaeda di Semenanjung Arab secara tidak langsung akan membantu gerakan Houthi Ansarullah yang memerangi teroris AQAP di Yaman. [Baca; Lebih dari 20 Serangan Udara Pentagon Target Al Qaeda di Tiga Provinsi Yaman]

“Apakah mereka benar-benar menargetkan AQAP atau mereka menargetkan Houthi juga? Saya tidak memiliki informasi yang cukup di lapangan untuk mengetahui hal itu,” kata Henderson. “Maksudku jika mereka menargetkan al-Qaeda, maka sebenarnya itu merupakan pukulan ke Saudi. Mereka akan membantu Houthi.”

Mengutip mantan pejabat militer AS, ABC News melaporkan sebelumnya bahwa Pentagon telah diam-diam memerintahkan penyebaran segar pasukan Operasi Khusus ke Yaman.

Akhir bulan Januari, militer AS melakukan penggerebekan pertama di Yaman, seminggu setelah pengukuhan Donald Trump, yang diikuti oleh serangkaian serangan udara yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Para pejabat mengatakan, ini sinyal bahwa militer AS meningkatkan upaya melawan al-Qaeda di Yaman. [Baca; Serangan Mematikan AS di AQAP-Yaman Tak Menghasilkan Apapun]

Gerakan Houthi Ansarullah, yang menjalankan urusan Yaman dan membela bangsa terhadap serangan militer Saudi, mengatakan AS memberikan dukungan diplomatik murah hati ke Riyadh untuk agresi terhadap Yaman.

Yaman telah diserang oleh Arab Saudi sejak Maret 2015. Kampanye mematikan diluncurkan sebagai bagian dari upaya kerajaan untuk menginstal ulang kekuasaan mantan presiden, Abd Rabbuh Mansur Al-Hadi, sekutu dekat Riyadh.

Koordinator kemanusiaan PBB untuk Yaman, Jamie McGoldrick, mengatakan kampanye militer Saudi telah merenggut nyawa 10.000 orang Yaman dan melukai 40.000 lainnya. [Voai]

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment