Panel Investigasi PBB; ISIS Masih Terus Teror Etnis Yazidi dengan Genosida dan Kejahatan lainnya

minoritas_izadi_irak.jpg

Kamis, 4 Agustus 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, NEW YORK – Sebuah panel investigasi PBB mengatakan kelompok teroris ISIS masih melakukan genosida dan kejahatan lainnya terhadap kelompok minoritas Izadi (Yazidi) di Irak.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu, komisi PBB yang menyelidiki pelanggaran hak asasi manusia memperingatkan terhadap kejahatan yang sedang berlangsung oleh ISIS terhadap minoritas Izadi dan mendesak tindakan untuk mencegah kematian dan penderitaan kelompok minoritas tersebut.

Pernyataan komisi PBB dirilis pada ulang tahun kedua serangan ISIS ke daerah Sinjar di Irak, di mana kelompok minoritas Izadi sebagian besar mendiami tempat tersebut. [Baca; 354 Wanita Yazidi Diselamatkan dari Kejahatan ISIS di Fallujah]

Komisi penyelidikan mengatakan kejahatan seperti genosida masih sedang dilakukan terhadap etnis Izadi, dan menyerukan kembali pada “penyelamatan, perlindungan, dan menjaga” masyarakat mioritas.

PBB mengatakan sekitar 5.000 orang Izadi tewas dan ribuan lainnya, yang sebagian besar wanita dan anak-anak, dibawa ke pembuangan oleh ISIS ketika kelompok militan Takfiri menguasai daerah mereka Irak dua tahun lalu.

Pada bulan Agustus 2014, teroris ISIS menyerbu kota Sinjar dan membantai secara sistematis, ditangkap dan diperbudak seks ribuan Izadi.

Panel PBB mengatakan bahwa lebih dari 3.200 perempuan dan anak-anak dari kelompok minoritas yang disandera oleh ISIS “mengalami kekerasan hampir-tak terbayangkan,” termasuk perbudakan seksual gadis-gadis remaja, sementara anak laki-laki Izadi dipaksa untuk berjuang bersama kelompok teror. [Baca; Susah Kabur Wanita Yazidi Jadi Tumbal ‘Pemuas Seks’ Teroris ISIS]

42ad9dab-da8e-4bc8-bf3e-77eef3427c0

Selama beberapa bulan terakhir, beberapa kuburan massal yang berisi mayat orang, termasuk anggota kelompok minoritas Izadi, telah ditemukan di Irak dan Suriah. [Baca; Kisah Wanita Cantik Asal Swedia Bantu Pengungsi Yazidi]

Etnis Izadis yang sebagian besar berbasis di sekitar pegunungan Sinjar di Irak utara, adalah sekte keagamaan yang keyakinannya menggabungkan unsur-unsur dari beberapa agama Timur Tengah kuno. [VOAI]

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment