Pangeran Talal: Ditangan Mohammed Bin Salman Saudi Hina di Mata Dunia

alwaleed

Kamis, 01 September 2016,

VOA-ISLAMNEWS.COM, RIYADH – Pangeran Al-Waled bin Talal mengungkapkan kesedihannya yang mendalam terkait kondisi kerajaan yang semakin amburadul, baik dalam bidang politik yang merosot tajam, ekonomi dan moral, karena disebabkan politik kekanak-kanakan dan kebodohan rezim saat ini yang dikendalikan oleh Mohammed bin Salman.

Bin Talal juga mengkritik pedas Mohammed bin Salman yang telah mempermalukan wajah Arab Saudi di mata dunia, yang telah menghabiskan milyaran dolar untuk memobilisasi pasukan sekutu, tentara bayaran, peralatan militer, senjata dan bom untuk menginvansi Yaman, hingga menimbulkan perlawanan rakyat Yaman dengan senjata dan teknologi militer yang telah ketinggalan zaman, namun mampu membuat Saudi dan koalisi kocar-kacir dari medan perang. (Baca juga: BOCOR! Pangeran Waleed bin Talal Kunjungi Pimpinan ISIS di Rumah Sakit Mewah Saudi)

Dia juga mengisyaratkan upaya Mohammed bin Salman dalam merekrut tentara bayaran dari negara-negara Arab dan lainnya untuk menutupi kegagalan aliansinya di Yaman.

Soal serangan udara dari aliansi yang dibentuk Mohammed bin Salman yang telah banyak dikritik dan masuk dalam daftar kejahatan terhadap kemanusiaan di Yaman, bahwa dirinya (Waled bin Talal) merasa malu ketika ditanya tentang fakta ini, seperti opini internasional. Mohammed bin Salman telah memaksa kita untuk diam dan mengabaikan kejahatan-kejahatan terhadap anak-anak, wanita dan warga sipil tak berdosa di Yaman. Seakan-akan dengan pembantaian telah membuat ia mencapai kemenangan, hingga membuat kami menjadi bahan tertawaan dan ejekan di mata dunia, khususnya di hadapan Menteri Pertahanan AS, mantan Menteri Luar Negeri AS Colin Powell serta analis dan pengamat militer internasional. (Baca juga: Ini Kata Pangeran Saudi Talal bin Abdul Aziz Soal Yaman)

Mereka mengatakan, “ini adalah pertama kalinya Raja Salman dan putranya Pangeran Mohammed tahu bahwa mereka tidak akan menang dalam perang ini, mereka sadar bahwa militer Saudi tidak memiliki kemampuan untuk konfrontasi dalam pertempuran, dan mereka berdua telah menguras kas negara yang telah dikumpulkan empat raja sebelumnya, setelah orang tua kami Raja Abdul Aziz. (Baca juga: Arab Saudi Bangun Kedutaan Raksasa di Israel)

Di akhir pernyataannya Bin Talal mengatakan telah berlalu 19 bulan, namun belum ada satu pun yang dicapai Mohammed bin Salman kecuali kebencian dan permusuhan orang-orang Yaman terhadap keluarga kerajaan Al Saud, hingga memicu balas dendam dengan menyerang ke dalam wilayah Saudi dan memindahkan perang ke tanah Saudi. Ini fakta yang kita saksikan hari ini di selatan Arab Saudi. (VOAI)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment