Pasca Dikunjungi AS, Erdogan Sebut Kepemimpinan Assad Tak Akan Capai Demokrasi di Suriah

1a3df9d1-b294-4907-bc90-b438644ec35e.jpg

Jumat, 26 Agustus 2016,

VOA-ISLAMNEWS.COM, ANKARA – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan setelah mendapat kunjungan dari Wakil Presiden AS Joe Biden mengatakan bahwa Suriah tidak akan pernah “mencapai demokrasi” di bawah kepemimpinan Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Erdogan membuat pernyataan pada hari Rabu (24/08) kemarin menyusul konferensi pers bersama dengan Wakil Presiden AS itu, tepat beberapa saat setelah militer Turki melancarkan operasi di tanah Suriah dengan dalih memerangi terorisme. (Baca juga: Pasukan Khusus Turki Masuk ke Suriah Untuk “Melawan ISIS”)

79f2a9e5-c971-4f72-afee-7e7747fcdd7d
Presiden Turki itu juga mencatat bahwa militan Suriah yang didukung Turki telah merebut kembali kota Jarablus di Suriah dari militan ISIS menyusul serangan yang melibatkan tank-tank Turki dan pasukan khusus yang didukung oleh AS dan jet tempur Turki

Pada gilirannya, Biden mengatakan Amerika berharap untuk terus bekerja sama dengan Turki dalam pertempuran melawan ISIS. (Baca juga: Moskow Prihatin atas Eskalasi Militer Turki di Suriah)

“Kami sangat percaya bahwa perbatasan Turki harus dikuasai oleh Turki, yang seharusnya tidak ada pendudukan yang [sisi Suriah dari] perbatasan oleh kelompok apapun selain Suriah yang harus utuh dan bersatu tetapi tidak disusun dari potongan-potongan kecil”, tambahnya. (Baca juga: Suriah Kutuk Operasi Lintas Batas Turki Sebagai Pelanggaran atas Kedaulatan Negara)

Sementara itu, Perdana Menteri Turki Binali Yildirim telah mengumumkan bahwa serangan Ankara, yang oleh pemerintah Suriah telah dikutuk dan dianggap sebagai “agresi” terhadap negara Arab tersebut, akan berlanjut sampai para pejuang dari PYD yang berafiliasi dengan Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) kembali ke timur sungai Efrat. (Voai)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment