Pasca Gereja Samarinda, Kini Vihara Singkawang Jadi Sasaran Bom Molotov

teroris-bukan-islam

VOA-ISLAMNEWS.COM, PONTIANAK – Pasca pelemparan bom Molotov di Sebuah gereja di Samarinda, Sekitar pukul 02.15 WIB 14/11/2016 kemarin terjadi pelemparan Bom Molotov pada Vihara di Singkawang, meski tidak ada korban jiwa, namun tetap harus ditangani serius, pihak kepolisian tetap akan menangani kasus ini secara cepat dan serius, terlebih lagi karena Kota Singkawang tengah melaksanakan tahap pemilihan calon wali kota dan wakil wali kota. (Baca: Pelaku Bom Molotov Samarinda dari Jaringan Teror Lama di Indonesia)

“Kami telah membentuk tim khusus di bawah pimpinan Kasat Reskrim Polres Singkawang untuk mengejar dan mengungkap siapa pelaku di balik pelemparan Pekong Budi Darma, di Jalan Gusti Situt, Kota Singkawang,” kata Suhadi di Pontianak, seperti diberitakan AntaraNews (15/11).

Menurut berita kejadian pelemparan Bom Molotov itu diketahui oleh penjaga serta pembina Vihara di singkawang kemarin pagi, saat Vihara dibuka untuk masyarakan yang akan beribadah. Sebelum terjadi pelemparan Bom molotov tersebut ada 2 orang yang sedang mondar-mandir di sekitar Vihara.

“Setelah melempar bom molotov dari samping pagar, diduga kedua orang tersebut melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor,” kata salah seorang warga yang tak mau menyebut namanya. (Baca: Juhanda, Pelaku Bom Molotov Samarinda Ikut Aliran Anti Dzikir)

Menurut cerita dari penjaga Pekong Budi Darma, Agung Maalim (51), dan Bong Lie Fen (49) yang sempat mengetahui pelemparan bom molotov tersebut, mendengar Suara kaca pecah juga percikan api dengan segera mereka mematikan percikan api itu.

Bong Lie Fen mengatakan, pelaku sebanyak dua orang dengan menggunakan sepeda motor, lalu kemudian melemparkan botol yang diduga bom molotov dari gang di sebelah vihara yang tidak diawasi oleh penjaga Pekong.

Meskipun Warga sudah kembali beraktivitas seperti biasanya, tetapi Di lokasi ledakan kini dijaga ketat polisi. (VOAI)

Sumber: Salafynews.com

Related posts

Leave a Comment