Pasca Konferensi Aswaja di Chechnya, Sekte Wahabi Serang Grand Syaikh Azhar

Grand Syeikh Al-azhar

VOA-ISLAMNEWS.COM, JAKARTA – Ketika Grand Syaikh Al-Azhar Ahmad Thayyeb berkunjung ke Indonesia yang memang di undang resmi oleh pemerintahan Jokowi guna untuk menjelaskan kepada rakyat dan bangsa Indonesia tentang pentingnya persatuan dan hindari pertikaian, dan beliau juga menjelaskan akan bahayanya isu sektarian yang selalu dijadikan senjata oleh Wahabi dan kelompok khilafah untuk hancurkan Islam, persatuan Islam dan negara.

Dan tak ketinggalan media-media radikal ikut menyerang beliau dengan memberitakan kebohongan dan kebencian kepada Grand Syaikh Azhar. Dan siapa saja yang serukan persatuan dan perangi sektarian maka oleh kelompok Wahabi ini akan diberikan label Liberal, Sekuler, Antek Syiah, Syiah dan lain sebagainya. Banyak dari ulama-ulama dan media-media Aswaja yang mereka labeli seperti itu juga, ini merupakan cara mereka untuk menutupi kebusukan Ideologi (Wahabi) yang banyak dianut oleh para teroris dan berpusat di kerajaan Saudi. (Baca: Isu Sektarian Musuh Islam Paling Berbahaya)

Kedatangan beliau serta-merta dihujani fitnahan dahsyat oleh para pengikut Wahabi di Indonesia, ada Abu Aqila dan Irfan Helmi yang telah melakukan fitnahan kepada Grand Syaikh Al-Azhar, seperti kita ketahui bahwa saat ini gerakan yang mengatasnamakan dakwah Islam dan kembali kepada al-Quran dan as-Sunnah atau yang mengajak untuk kembali kepada ke-khilafahan merupakan sebuah usaha pengelabuan terhadap kaum muslimin yang awam untuk mengambil alih kekuasaan dari pemerintahan yang sah. Sehingga gerakan ekstrem yang mengatasnamakan agama ini (Wahabi Takfiri dan Wahabi Khawarij) serta gerakan politik dengan mengerahkan massa seperti HTI/PKS dan bentukannya yang berusaha menguasai lembaga tinggi negara dan keagamaan seperti MUI, hadir sebagai gerakan politik yang ingin mempengaruhi kebijakan negara dan pemerintahan Indonesia serta menghancurkan tradisi dan budaya keagamaan ala NU. (Baca: Grand Mufti Al Azhar Bungkam Kelompok Penebar Sektarian, Sunni-Syiah Bersaudara)

Baca berita terkait:

Fitnah “Wahabi” Abu Aqila Kepada Grand Sheikh Al Azhar, PCINU, PCIM Mesir Dukung Langkah Hukum FAAMI

Membongkar ‘Makar’ Irfan Helmi Wahabi di MUI

Wahabi adalah ideologi kelompok khilafah dan akan menyerang siapa saja yang tidak sealiran dengan mereka, oleh karena itu kita sebagai umat Islam harus sebarkan persatuan dan mempereratnya untuk membentengi keluarga kita dari kelompok radikal ini.

Baru-baru ini grand Syaikh Al-Azhar juga mendapat serangan dari para ulama Wahabi Mesir, pasca ikuti konferensi Islam Aswaja di Chechnya. (Baca: 7 Hasil Muktamar Internasional Aswaja di Chechnya)

Salah Seorang penulis Tunisia meminta kepada Presiden Mesir Abdul Fatah El-Sisi untuk menyingkirkan Sheikh Al-Azhar “Ahmad Al-Tayyeb” dikarenakan telah menghadiri konferensi internasional Islam Aswaja di Chechnya.

“Samir Hajawi” di halaman Facebooknya menulis Presiden Mesir tidak punya pilihan selain memberhentikan pimpinan Al-Azhar, jika tidak maka ia akan kehilangan Arab Saudi.

Menurut situs berita al-Watan, penulis Tunisia menambahkan bahwa mustahil dapat dikompromikan setelah hasil konferensi menyatakan ideologi radikal Wahabi di luar Islam, ini berarti Ahmad Al-Tayyeb harus hengkang dari jabatannya.

Apa yang dikatakan penulis Tunisia seirama dengan kecaman para ulama dan aktivis Wahabi terhadap Ahmad Al-Tayyeb, yang telah membuka konferensi Aswaja di Chechnya, dan berlepas diri dari ideologi Salafy Wahabi.

Namun, pemerintah Mesir hingga kini belum menyikapi pernyataan Al-Azhar dan hasil kesepakatan dari konferensi Islam Aswaja di Chechnya. (Baca: Inilah 11 Rekomendasi Hasil Muktamar Internasional Aswaja di Chechnya)

Meskipun menghadapi tekanan dari Saudi, namun pernyataan Ahmad Al-Tayyeb yang menyatakan berlepas diri dari sekte Wahabi mendapat sambutan besar dari para aktivis Mesir, dan mereka menyatakan sikap untuk tidak menyerah terhadap tekanan Saudi.

Bahkan para aktivis Mesir ramai-ramai menulis kecaman kepada sekte Wahabi dan Arab Saudi di halaman Facebook-nya, seperti; Saudi adalah akar terorisme dan perusak dunia. Akun lainnya, mengatakan; sampai kapan Saudi berpikir dapat membeli orang dengan uang mereka?. (Voai)

Sumber: Salafynews.com

Related posts

Leave a Comment