Pasca Terpilih Sebagai Presiden AS, Popularitas Trump Meningkat

donald_trump-1

Rabu, 23 November 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, WASHINGTON DC – Hasil dari sebuah jajak pendapat baru menemukan bahwa popularitas Presiden AS terpilih Donald Trump telah meningkat sejak kemenangannya dari calon presiden Demokrat Hillary Clinton pada 8 November.

Jajak pendapat The Politico / Morning Consult yang dirilis pada hari Senin (21/11) menunjukkan bahwa 46 persen orang Amerika memiliki pandangan yang sangat optimis terhadap Trump, naik 9 poin sejak pemilu. (Baca juga:Saudi Khawatir Trump Stop impor Minyak)

Meskipun naik secara signifikan, 12 persen responden masih memiliki pandangan yang agak kurang baik terhadap pemimpin dari partai Republik itu, sementara 34 persen memiliki pendapat yang sangat tidak menyenangkan.

Dibandingkan dengan survei Morning Consult tepat sebelum pemilu, pandangan tidak menyenangkan terhadap Trump secara keseluruhan telah anjlok 15 poin, dari 61 persen menjadi 46 persen. (Baca juga:Presiden AIIB: AS Mungkin Bergabung Jika Trump Mulai Berkantor)

“Kesukaan terhadap Trump di antara pemilih telah mencapai titik tertinggi baru sejak ia menjadi presiden terpilih,” ungkap pendiri dan ketua survey Morning Consult, Kyle Dropp, mencatat bahwa “fase bulan madu” adalah umum untuk presiden yang baru terpilih.

Presiden Barack Obama, misalnya, melihat peningkatan 20 persen dalam popularitas segera setelah memenangkan suara pada pemilu 2008.

Menariknya, tim transisi Trump juga menerima skor yang sangat positif, dengan 19 persen pemilih mengatakan transisi lebih terorganisir daripada presiden lain dalam sejarah Amerika. 34 persen lainnya mengatakan bahwa upaya itu adalah upaya yang terorganisir daripada pemimpin sebelumnya. (Baca juga:Donald Trump “Penipu Besar” Seperti Hitler)

Analis percaya bahwa tes popularitas nyata bagi Trump akan dimulai ketika ia mulai berkantor pada 20 Januari nanti. Banyak pendukungnya berharap untuk melihat apakah presiden Amerika ke-45 ini akan memenuhi janji-janji kampanyenya.

Salah satu janji yang tampaknya dianggap mulai dijalankan Trump adalah menarik AS keluar dari Trans-Pacific Partnership (TPP). Trump mengatakan hal ini dalam sebuah pesan video pada hari Senin bahwa ia akan menarik AS dari kesepakatan perdagangan terbesar di dunia itu pada hari pertamanya berkantor di Gedung Putih. (Voai)
Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment