Pejabat Turki: Operasi Perisai Efrat Telah Direncanakan Selama Dua Tahun

e9dc5315-ce7f-4158-baf4-75c3249f.jpg

Jum’at, 26 Agustus 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, SURIAH – Seorang pejabat Turki mengatakan.bahwa Serangan darat Turki ke utara Suriah, yang diklaim Ankara untuk memerangi ISIS di Jarablus, telah direncanakan selama lebih dari dua tahun,

Operasi Perisai Efrat dimulai pada hari Rabu, dengan menampilkan serangan pesawat tempur Turki dan pasukan darat untuk membersihkan daerah perbatasan dari teroris ISIS dan pasukan Kurdi, menurut Ankara.

Serangan itu diluncurkan dalam koordinasi dengan AS, yang konon memerangi kelompok teror Takfiri sejak 2014. Pemerintah telah “merencanakan serangan darat selama lebih dari dua tahun” yang sempat “tertunda” oleh beberapa faktor, pejabat itu mengatakan kepada kantor berita Prancis AFP, pada hari Kamis.

Ankara telah membahas rencana intervensi AS pada Juni lalu, menurut pejabat yang berbicara tanpa menyebut nama.

Pejabat itu mengatakan operasi yang didukung AS juga telah tertunda oleh unsur-unsur dalam tentara Turki yang melakukan kudeta yang gagal terhadap Presiden Recep Tayyip Erdogan pada 15 Juli.

Selain itu, yang menghambat operasi dikarenakan memburuknya hubungan Rusia-Turki setelah militer Ankara menambak jatuh jet Rusia atas udara Suriah tahun lalu.

Risiko konfrontasi lebih lanjut dengan Moskow untuk mengakhiri semua operasi udara Turki atas Suriah, hingga akan tersendatnya setiap operasi darat, kata pejabat itu.

“Ini menjadi hampir mustahil untuk melaksanakan rencana kami karena kurangnya perlindungan udara.”

Namun, Erdogan baru-baru ini bertemu dengan rekan Rusia-nya Vladimir Putin di Moskow, dan menyerukan pemulihan hubungan bilateral.

15.000 pasukan Turki di Suriah?

Tentara Turki seolah-olah memburu militan ISIS yang dituduh membantu kelompok Takfiri, sementara mereka membiarkan teroris keluar-masuk Suriah dengan aman.

Pada hari Kamis, Turki mengbom pejuang milisi Kurdi di Suriah pada hari kedua serangan dan mengirim kontingen tank ke wilayah Suriah.

Ratusan militan Suriah, yang didukung oleh tank Turki, pesawat perang dan pasukan khusus, mengambil kota Suriah Jarablus pada hari Kamis.

Kolumnis harian Hurriyet Abdulkadir Selvi mengatakan 450 anggota militer Turki telah berada di tanah Suriah pada hari pertama serangan, tetapi angka ini bisa naik menjadi 15.000 personil.

Menteri Pertahanan Turki Fikri Isik memperingatkan militan Kurdi di Suriah untuk kembali ke timur melintasi Efrat atau menghadapi serangan Turki.

Turki melihat milisi Kurdi Suriah sebagai kelompok teror yang bertekad mengukir daerah otonom di Suriah dan bertindak sebagai cabang Partai Pekerja Kurdistan (PKK) di Suriah.

Memperluas pendudukan

Para militan yang merebut Jarabulus bertujuan untuk bergerak ke arah barat di fase berikutnya dari operasi yang didukung Turki, komandan mereka mengatakan kepada kantor berita Reuters.

Ahmad Osman, kepala kelompok Sultan Murad, mengatakan para militan tidak ingin melawan pasukan Kurdi yang telah maju di Suriah utara, tetapi akan melakukannya jika diperlukan.

Komandan militan mengatakan prioritas sekarang untuk memajukan pendudukan sekitar 70 km (40 mil) ke barat Marea dan menangkap semua desa-desa lain di sekitar Jarabulus. Operasi akan memakan waktu mingguan atau bulanan untuk menyelesaikannya.

Kelompok militan yang berjuang di bawah bendera yang disebut Tentara Pembebasan Suriah yang telah menerima berbagai tingkat bantuan dari musuh Presiden Suriah Bashar al-Assad, termasuk bantuan militer dan pelatihan.

Osman mengatakan AS sangat ingin memberikan dukungan udara untuk operasi yang dipimpin Turki. Kelompok militan yang didukung Turki juga telah maju ke selatan dari Jarablus menuju kota Manbij, yang ditangkap oleh gerilyawan Kurdi awal bulan ini.

Militan Kurdi sebelumnya telah menyeberangi sungai Efrat untuk menyerang Manbij. Turki telah menuntut mereka kembali atau perang. [VOAI]

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment