Pembunuhan Nahed Hattar Bukan karena Hina Islam Tapi Politik

13950310095807517800104-e1475036285435.jpg

Rabu, 28 September 2016
VOA-ISLAMNEWS.COM, BEIRUT – Penulis ternama asal Yordania, Nahed Hattar, dibunuh karena alasan politik, bukan atas dugaan penghinaan terhadap Islam. Pernyataan ini dikatakan oleh seorang ahli politik Lebanon. Ia menambahkan bahwa wartawan Kristen itu dibunuh oleh penyerang Salafi karena kritikannya terhadap kebijakan Saudi, Wahhabisme dan Israel.

“Sebuah tinjauan dari kehidupan Nahed Hattar mengungkapkan bahwa penulis dan wartawan Yordania itu tidak punya masalah dengan agama, tetapi hanya menentang kebijakan Arab Saudi, Wahhabisme dan perilaku Israel,” jelas Tallal Etrisi, seorang profesor universitas Lebanon dan ahli Timur Tengah, kepada kantor berita Tasnim, Selasa (27/09). (Baca juga:Penulis Yordania Ditembak Mati Karena Hina ISIS Lewat Karikatur)

“Hattar adalah seorang wartawan yang aktif dan vokal yang tidak takut untuk menerbitan artikel-artikel kritis,” tambah Etrisi menegaskan bahwa pria itu dibunuh hanya karena alasan politik.

Pada hari Minggu, seorang pria bersenjata menembak mati Hattar di luar gedung pengadilan di Yordania di mana ia menghadapi tuntutan karena membagikan sebuah karikatur di media sosial yang dianggap menyinggung Islam.

Mendiang Hattar, 56 tahun, didakwa telah menghasut perselisihan sektarian setelah memposting sebuah kartun di Facebook tahun ini. Kartun itu sendiri ia beri keterangan Tuhannya Daesh (ISIL), dimana gambar itu menunjukkan seorang anggota kelompok teroris, yang selalu mendapatkan dukungan luas dari Wahhabi dan rezim Saudi. (Baca juga:BIADAB! ISIS Paksa Warga Mosul Makan Makanan Kadaluarsa)

Hattar sendiri telah mehapus postingannya dan kemudian mengklarifikasi maksudnya dengan mengatakan ” (karikatur) itu mengolok-olok teroris dan konsep mereka tentang Tuhan dan surga. Itu tidak melanggar keilahian Allah dengan cara apapun”. Hingga saat ini masih belum diketahui siapa sebenarnya yang memproduksi karikatur tersebut. (VOAI)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment