Pemerintah Austria Akan Runtuhkan Rumah Kelahiran Hitler

hitler

Selasa, 18 Oktober 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, WINA – Pemerintah Austria mengatakan pada hari Senin (17/10) bahwa mereka akan meruntuhkan rumah tempat Adolf Hitler dilahirkan, dan menggantinya dengan bangunan baru yang belum diumumkan. Hal ini dilakukan karena tempat itu telah menjadi tempat yang populer bagi para neo-Nazi.

Rencana pembongkaran harus secara resmi disahkan Parlemen, pemerintah Wina berharap rencana ini bisa lulus dengan tidak ada perbedaan pendapat.

“Sebuah renovasi arsitektur menyeluruh diperlukan untuk mencegah pengakuan dan simbolisme bangunan permanen,” kata Menteri Dalam Negeri Wolfgang Sobotka dalam rekomendasi nya yang menjelaskan mengapa rumah tersebut harus dihancurkan sebagaimana dikutip Sputnik, Selasa (18/10).

Dalam pernyataan itu, juru bicara kementerian Karl-Heinz Grundboeck menekankan bahwa struktur baru, yang tidak ada hubungannya dengan Hitler, akan didirikan di tempat itu. Komisi yang merekomendasikan pembongkaran percaya bahwa meninggalkan situs itu kosong bisa dianggap sebagai “penolakan sejarah Austria.”

Pemerintah saat ini masih berjuang untuk membeli rumah tersebut dari pemilik saat ini di kota Braunau am Inn. Ia tegas menolak untuk menjual bangunan itu atau merenovasinya agar mengurangi daya tarik simbolis kepada pengunjung neo-Nazi.

Tahun ini, pemerintah meluncurkan upaya resmi untuk mengklaim domain terkemuka dan mengambil alih rumah itu. Kementerian Dalam Negeri berencana untuk menyelesaikan rancangan undang-undang yang akan memungkinkan mereka untuk merebut rumah itu pada akhir tahun.

Sementara kelompok anti-Nazi dan para pemimpin komunitas Yahudi mendukung rencana untuk meruntuhkan rumah kuning tiga lantai tersebut, sejarawan berpendapat bahwa hanya ada beberapa bangunan yang tersisa terkait dengan Hitler, dan bahwa karenanya harus dilestarikan.

Beberapa tahun terakhir rumah tempat Hitler lahir terus jadi sengketa antara pemilik rumah, Gerlinde Pommer, dan pemerintah Australia. Demi mencegah perselisihan, bangunan itu sejak 1972 disewakan oleh sang pemilik.

Rumah yang terletak di Braunau am Inn itu disewakan seharga Rp 69,1 juta per bulan.

Sampai sekarang Pommer terus menolak menjual rumahnya, apalagi kepada pemerintah Austria yang menginginkan meruntuhkan bangunan tersebut.

Untuk itu, sejak lima tahun terakhir ia membiarkan rumah tersebut kosong. Perempuan ini pun juga menghentikan renovasi yang tengah berjalan. Sebelum dibiarkan kosong bagunan itu adalah pusat berkumpul kelompok difabel di Austria.

Bukan cuma Pommer yang kecewa. Sejumlah kelompok di Austria menyatakan perasaan yang sama.

Sejumlah LSM di negara tersebut meminta pemerintah tidak merubuhkan rumah itu. Pasalnya, eks tempat Hitler lahir ini bisa dipakai sebagai tempat penampungan pengungsi atau dibuatkan museum yang didedikasikan untuk perjuangan Austria lepas dari Nazi.

Meski mendapat tentangan, pemerintah Austria bergeming. Sebab, amandemen legal untuk merebut bangunan tersebut sudah berada di parlemen dan tinggal tunggu disahkan. (VOAI)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment