Pemerintah Irak Secara Resmi Minta Arab Saudi Ganti Dubesnya

thamer1.jpg

Senin, 29 Agustus 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, BAGHDAD – Pemerintah Irak secara resmi telah meminta Arab Saudi untuk memanggil kembali duta besarnya untuk Baghdad setelah utusan itu mengarang cerita mengenai siasat pembunuhan yang diberlakukan kepadanya oleh kelompok Irak yang didukung Iran.

“Kementerian luar negeri Irak telah mengirimkan permintaan resmi ke kementerian luar negeri Saudi untuk menggantikan duta besarnya untuk Irak,” kata juru bicara kementerian, Ahmad Jamal, dalam sebuah pernyataan sebagaimana dikutip Middle East Eye, Minggu (28/08).

“Beberapa pernyataan dan opini yang disuarakan di media melampaui batas-batas protokol diplomatik dan tugas seorang duta besar,” katanya.

Thamer al-Sabhan, yang yang menerima mandat pada bulan Januari 2016, menjadi duta besar Saudi pertama ke Irak setelah seperempat abad lamanya hubungan kedua negara terputus pasca invasi mantan presiden Saddam Hussein ke Kuwait.

Jamal mengatakan bahwa utusan Irak tersebut telah berulang kali diminta untuk menahan diri dari berkomentar soal urusan dalam negeri Irak di depan publik, tapi tidak mengindahkannya.

Pada bulan Januari, Sabhan memberikan wawancara di mana ia mengkritik milisi rakyat Irak dengan mengatakan bahwa milisi yang telah membentuk sebagian besar pasukan paramiliter Hashed al-Shaabi yang berjuang melawan ISIS bersama pasukan keamanan Irak adalah milisi syiah yang didukung Teheran.

Baru-baru ini, Baghdadjuga marah dengan klaim duta besar itu yang mengarang cerita bahwa kelompok-kelompok yang sama berencana untuk membunuhnya.

Jamal mengatakan klaim Sabhan itu tidak berdasar dan hanya “bertujuan merusak citra Irak dan mempertanyakan kemampuan negara itu untuk melindungi delegasi diplomatik”. (Voai)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment