Peneliti Terorisme: Hampir Semua Wanita Kanada yang Gabung ISIS Alami Kekecewaan

133-e1472289995976.jpg

Minggu, 28 Agustus 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, TORONTO – Meskipun jumlah perempuan yang meninggalkan Kanada untuk bergabung dengan ISIS meningkat menurut laporan pemerintah, Lorne Dawson, co-direktur dari Universitas Jaringan Waterloo Kanada untuk Penelitian Terorisme, Keamanan dan Masyarakat, mengatakan bahwa penelitiannya meyakinkan kebanyakan dari mereka menjadi kecewa ketika tiba di tempat yang mereka tuju.

“Mereka akan kecewa, hampir selalu, karena mereka telah membangun hubungan erat secara online dengan wanita-wanita di Suriah dan Irak, atau dengan laki-laki, tetapi biasanya lebih banyak dengan wanita,” kata Dawson.

Para wanita yang memikat mereka sering menjadi perantara antara wanita-wanita Kanada itu dengan laki-laki ekstremis yang tertarik untuk menikahi mereka, tambahnya. Sasaran biasanya cukup muda, dan tergoda oleh pembicaraan tentang hidup di luar negeri “yang memiliki arti dan tujuan yang besar, dan sekitar tatanan moral yang tepat,” kata Dawson.

Dawson menemukan bahwa sebagian besar wanita Kanada memang memiliki kontak langsung dengan wanita-wanita lain di daerah konflik. Biasanya wanita Kanada ditargetkan untuk menikah dengan anggota ISIS. Mereka dicuci otak untuk percaya bahwa hidup dengan ISIS “memiliki makna dan tujuan yang besar, dan merupakan tatanan moral yang tepat,” kata Dawson.

“Kita berbicara tentang anak-anak yang menghadapi masalah identitas sangat signifikan, serta keinginan untuk melakukan sesuatu yang dramatis dan berarti dengan hidup mereka.”

Namun setelah tiba mereka biasanya merasa kecewa dengan kondisi hidup dalam zona perang.

“Ada kekecewaan yang terjadi,” katanya. “Tapi sering saat kekecewaan itu mereka rasakan, mereka telah menikah dengan seorang pejuang asing dan sering yang bahkan sudah punya anak.” (Voai)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment