Penelitian: 2030 Jutaan Wanita Diperkirakan Meninggal Pertahun Akibat Kanker

fe6d89d5-da60-4952-b26d-38bec6f50971.jpg

Jum’at, 04 November 2016,

VOA-ISLAMNEWS.COM, PARIS – Hasil Penelitian di Paris melaporkan bahwa hampir 60 persen perempuan di dunia mungkin menjadi korban berbagai jenis kanker pada tahun 2030. Laporan ini menunjukkan peningkatan yang meroket dalam hitungan kurang dari dua dekade.

Laporan The Global Burden of Cancer in Women yang diungkap pada hari Selasa di Kongres Kanker Dunia di Paris menunjukkan bahwa secara mengejutkan penelitian mereka menunjukkan angka tinggi yaitu sekitar 5,5 juta perempuan akan meninggal akibat kanker setiap tahunnya mulai tahun 2030, jauh lebih tinggi dari 3,5 juta kematian dari 6,7 juta kasus kanker yang tercatat pada tahun 2012.

“Angka-angka ini diperkirakan akan meningkat menjadi 9,9 juta kasus dan 5,5 juta kematian di antara wanita per tahun pada tahun 2030 sebagai hasil dari pertumbuhan dan penuaan penduduk,” kata laporan itu, memperingatkan bahwa jumlah korban tertinggi akan berada di antara perempuan yang berasal dari ekonomi menengah kebawah karena mereka tidak mampu memiliki pemngobatan untuk mencegah penyakitnya berkembang.

Laporan, yang disusun oleh American Cancer Society dan perusahaan farmasi Merck itu menyoroti ketimpangan geografis yang luas dalam ketersediaan sumber daya dan langkah-langkah pencegahan serta pengobatan untuk memerangi kanker, mengatakan proporsi yang jauh lebih kecil dari kasus kanker yang berhasil didiagnosa berada di negara-negara miskin.

Dikatakan sebagian besar kasus kanker masih dilaporkan di negara-negara berpenghasilan tinggi di Eropa, Amerika dan Asia karena mereka memiliki akses yang lebih baik untuk skrining dan deteksi. Namun, kelompok yang jauh lebih besar meninggal di negara-negara miskin seperti Zimbabwe, Malawi, Kenya, Mongolia dan Papua New Guinea.

Ia juga mengatakan bahwa perawatan kesehatan yang lebih baik yang disediakan di negara-negara berkembang, telah menyebabkan umur lebih lama untuk orang-orang yang terkena dengan menekan pertumbuhan kanker. Dikatakan perempuan dalam masyarakat ini terlibat dalam aktivitas fisik, diet yang tidak sehat, obesitas, dan faktor-faktor reproduksi seperti menunda kehamilan, yang berarti bahwa transisi ekonomi yang cepat meningkatkan risiko kanker bagi negara-negara tersebut.

Laporan itu mengatakan kanker serviks masih yang paling lazim di negara-negara miskin sedangkan negara berkembang memiliki angka kanker kolorektal lebih tinggi. Dikatakan kanker payudara dan paru-paru umum di kedua negara kaya dan miskin. Namun, menambahkan bahwa semua empat jenis kanker itu sebagian besarnya dapat dicegah atau dengan dideteksi dini, ketika pengobatan masih lebih mudah.

Kanker merupakan penyebab kedua kematian tertinggi setelah penyakit kardiovaskular. Estimasi menunjukkan bahwa kanker sudah membunuh satu dari tujuh wanita di seluruh dunia. (voai)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment