Pengakuan!!! Teroris Cegah Warga Suriah Dapatkan Makanan dan Larang Tinggalkan Aleppo Timur

terrorist-confessions

Minggu, 27 November 2016,

VOA-ISLAMNEWS.COM, ALEPPO – Teroris Mohammad Faraj Hallaq mengakui bahwa teroris di lingkungan timur Aleppo telah memonopoli persediaan makanan dan mendistribusikannya hanya untuk orang-orang yang bekerja dengan dan tunduk kepada perintah mereka, dan bahwa mereka juga telah memasang bahan peledak di koridor kemanusiaan yang disiapkan pemerintah Suriah bagi warga sipil untuk mencegah mereka meninggalkan Aleppo Timur. (Baca juga: Militer Suriah: Turki Berbohong soal Serangan untuk Jalankan Siasat Licik di Aleppo Timur)

Dalam pengakuan disiarkan oleh TV Suriah pada Sabtu malam, Hallaq mengatakan bahwa ia berasal dari kota al-Bab di Aleppo, dan bahwa ia telah berjuang bersama para teroris untuk melawan tentara Arab Suriah di daerah al-Sheikh Najjar dan Hanano selama satu setengah tahun.

Ia mengatakan bahwa teroris di kawasan timur, yang dipimpin oleh teroris Jihad al-Batoushi, memaksa orang-orang untuk berperang melawan Tentara Arab Suriah di bawah ancaman pembunuhan bagi orang-orang yang tidak mematuhi, menambahkan bahwa ia berada di antara orang-orang yang dipaksa untuk berperang di Hanano. (Baca juga: Warga Sipil di Timur Aleppo Bangkit Lawan Teroris)

Hallaq mengatakan bahwa teroris mengeksploitasi dan menyalahgunakan penduduk setempat dalam berbagai cara termasuk memonopoli persediaan makanan dan mendistribusikannya hanya untuk orang-orang yang bekerja dengan mereka dan tunduk kepada perintah mereka, mencatat bahwa harga yang dikenakan untuk makanan di lingkungan timur itu sangat mahal. Satu kilo beras atau bulgur dijual hingga 13.000 SYP sementara tepung dijual untuk sekitar 3.000 SYP per kilo.

Ia juga mengakui bahwa militan menekan protes dari penduduk setempat yang berusaha membobol toko makanan yang dijaga oleh para militan, menambahkan bahwa setiap orang yang memprotes dipenjarakan.

Hallaq mengatakan bahwa militan menanam bahan peledak di koridor yang telah dibentuk untuk memungkinkan warga sipil keluar dari lingkungan timur untuk mencegah mereka meninggalkan tempat itu sehingga dapat tetap digunakan sebagai perisai manusia dalam upaya untuk mencegah Tentara Arab Suriah menargetkan mereka. (Voai)
Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment