Pengamat Timteng: AS Ingin Rusak Kesepakatan Gencatan Senjata Suriah

13940222000582_photoi.jpg

Selasa, 20 September 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, LONDON – Abdel Bari Atwan, Pimpinan Redaksi dari surat kabar Rai al-Youm, menggarisbawahi bahwa Pentagon bersikap oposisi untuk setiap gencatan senjata dan rekonsiliasi di Suriah, serta mengatakan bahwa Washington sengaja meluncurkan serangan udara terhadap posisi-posisi pemerintah di pedesaan Selatan kota Deir Ezzur pada Sabtu malam itu.

“Sebelum menyerang Irak, mantan Menteri Pertahanan AS Donald Rumsfeld telah mengumumkan bahwa satelit Washington mampu bahkan mengidentifikasi angka yang tertulis pada seragam Saddam. Sekarang pertanyaannya adalah, bagaimana 4 jet tempur F-16 telah keliru menargetkan posisi tentara Suriah di dekat pangkalan udara Deir Ezzur dan menewaskan lebih dari 80 tentara Suriah, “tulis Atwan, Senin (19/09).

“Mari kita berasumsi bahwa jet tempur AS telah melakukan kesalahan, sekarang pertanyaannya adalah mengapa insiden semacam ini tidak terjadi terhadap pasukan Irak, misalnya di Fallujah, Tikrit, Ramadi dan Mosul atau pasukan Rusia, Turki atau Kurdi,” tambahnya.

Memperhatikan bahwa Pentagon berusaha untuk mendorong gencatan senjata Suriah menuju kegagalan, Atwan mengatakan, “Mereka meluncurkan serangan udara dengan harapan bahwa tentara Suriah atau pasukan Rusia akan menunjukkan reaksi pembalasan atau berbicara tentang kegagalan gencatan senjata, tapi ini tidak terjadi karena Rusia dan Suriah berkomitmen untuk gencatan senjata dan telah menunjukkan pengendalian diri mereka.”

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pada Sabtu lalu bahwa empat serangan terhadap posisi Suriah telah dilakukan oleh pesawat koalisi pimpinan AS, termasuk dua jet tempur F-16 dan dua pesawat pendukung A-10.

Militer Suriah menyebut pemboman itu sebagai ” agresi serius dan terang-terangan ” terhadap pasukan Suriah, dan mengatakan itu adalah “bukti” bahwa AS dan sekutunya mendukung militan ISIS.

Juga pada hari Minggu, juru bicara kementerian luar negeri Rusia mengecam Washington atas serangan udara terakhir di dekat Deir Ezzur, dan mengatakan langkah tersebut melayani kepentingan kelompok teror ISIS. (VOAI)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment