Penutupan Era Kepemimpinan Berdarah Obama Diakhiri dengan 26.171 Bom

Kamis, 12 Januari 2017 ,

VOA-ISLAMNEWS.COM, INGGRIS – “Akhir dari Era Berdarah”, inilah ungkapan yang digunakan oleh surat kabar Inggris The Guardian pada tahun 2016 lalu dalam menggambarkan akhir kepemimpinan presiden Amerika Serikat Barack Obama. (Baca: Geger Saudi VS Barack Obama dan Amerika)

Surat kabar Inggris The Guardian menuliskan dalam sebuah laporan panjangnya bahwa sepanjang tahun 2016 yang merupakan tahun terakhir masa pemerintahan Obama di Gedung Putih, Washington tercatat telah menjatuhkan 26.171 bom di berbagai tempat di dunia, khususnya di Timur Tengah, dengan rata-rata 72 bom setiap hari dan 3 bom setiap jam.

Surat kabar ini menjelaskan bahwa negara-negara yang menjadi target utama Amerika Serikat adalah Suriah, Irak, Afghanistan, Pakistan, Libya, Yaman dan Somalia”.

Adapun sekitar 79 % atau sekitar 24.287 bom yang telah digunakan Washington untuk melawan ISIS dijatuhkan di Suriah dan Irak, dimana bom yang jatuh di Suriah sebanyak 12.192 serta di Irak 12.095.

Sementara itu, meskipun pada kampanyenya Obama berjanji untuk mengakhiri keterlibatan AS dalam konflik di Afghanistan, Obama menyetujui gelombang tentara di negara itu, yang ditopang oleh 1.337 bom pada 2016 atau lebih banyak 400 dari tahun sebelumnya dan saat ini ada sekitar 8.400 tentara AS yang berada di Afghanistan. (Baca: Obama Perintahkan Serang Langsung Yaman)

Libya juga mengalami nasib serupa dengan negara-negara Afrika Timur dan Timur Tengah lainnya. Sebanyak 496 bom dijatuhkan di negara yang tidak memiliki pemerintahan yang stabil sejak tewasnya Muammar Gaddafi pada tahun 2011. Sedangkan di Yaman, AS menjatuhkan 34 bom. AS juga diperkirakan menjatuhkan 14 bom di Somalia, dan Pakistan menjadi negara yang paling sedikit kejatuhan bom AS yaitu hanya tiga, seperti dilansir oleh kantor berita Arabic.SputnikNews (11/01).

Dalam hal ini, AS di bawah pemerintahan Obama pada tahun 2016 mengalahkan masa pemerintahan elang di era “George W. Bush” yang memasukkan Amerika Serikat dalam perang terpanjang dalam sejarah Amerika. (Baca: Obama Akan Pergi, Bashar Assad Tetap Sebagai Presiden Suriah)

The Guardian mengungkapkan bahwa Obama mengurangi jumlah tentara daratnya secara signifikan, namun memperluas kekuatannya secara signifikan dalam perang sektor udara dan menggunakan pasukan operasi khusus di sejumlah negara di seluruh dunia. Selain itu, The Guardian juga menyebutkan bahwa pasukan AS telah melakukan intervensi di 138 negara di seluruh dunia, yang meningkat sekitar 130 % jika dibandingkan dengan yang terjadi dimasa pemerintahan pendahulunya George W. Bush. (VOAI)

Sumber:Salafynews.com

Related posts

Leave a Comment