Penyebaran Sistem Rudal AS Di Korea Selatan Mendapat Kecaman Dari Rusia & CHina

THAAD

Sabtu, 30 Juli 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, CHINA – Rusia dan China telah menyuarakan kekhawatiran tentang rencana penyebaran sistem rudal AS ke Semenanjung Korea, dan mengatakan bahwa langkah tersebut merupakan ancaman terhadap keamanan di wilayah yang sudah tegang.

Dalam pernyataan yang dirilis pada hari Jumat, Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan Moskow dan Beijing saling berbagi “keprihatinan serius” atas penyebaran Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) di wilayah Korea Selatan.

Rusia dan China percaya bahwa tindakan AS dan Korea Selatan “dapat menimbulkan kerusakan serius pada keamanan strategis di negara-negara tetangga … dan selanjutnya akan mempersulit situasi di Semenanjung Korea,” tambah pernyataan itu.

Lebih lanjut menuduh Washington membuat “upaya sepihak untuk mengembangkan dan menyebarkan” sistem rudal di berbagai daerah di seluruh dunia seperti timur laut Asia, dan memperingatkan bahwa kegiatan tersebut memiliki “efek negatif pada keseimbangan strategis internasional dan regional.”

Moskow dan Beijing juga mengangkat kemungkinan koordinasi bilateral lebih dekat “dari perkembangan terbaru yang tidak menguntungkan,” dan menyerukan dimulainya kembali dialog intra-Korea sebagai satu-satunya cara untuk meredakan ketegangan di wilayah tersebut, menurut pernyataan itu.

Secara terpisah, juru bicara Kementerian Pertahanan China, Yang Yujun juga menyatakan oposisi negaranya dalam penyebaran THAAD di negara tetangga Korea Selatan, dan menekankan bahwa Beijing akan mempertimbangkan langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga keamanan nasional dan regional.

“Kami telah menyatakan ketidakpuasan dan oposisi kami…. Kami akan menanggapi tindakan Washington dan Seoul”, kata Yang.

Bulan lalu, Amerika Serikat dan Korea Selatan mengatakan mereka telah membuat keputusan akhir untuk menyebarkan sistem rudal di Selatan, dan mengklaim hanya akan digunakan dalam pertahanan terhadap apa yang mereka sebut sebagai ancaman Korea Utara.

Kesepakatan itu dicapai setelah Pyongyang melakukan uji coba nuklir keempat di bulan Januari, yang diikuti oleh peluncuran satelit dan serangkaian uji-peluncuran berbagai rudal.

Menurut Kementerian Pertahanan Korea Selatan, sistem rudal AS akan dikerahkan di daerah Seongju untuk memaksimalkan efektivitas dan meminimalkan dampak pada warga dan lingkungan. Kementerian itu juga mengatakan sistem rudal AS akan beroperasi pada akhir 2017. (VOAI)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment