Perang Mulut Presiden Prancis dengan Donald Trump

Minggu, 26 Februari 2017

VOA-ISLAMNEWS.COM, PARIS – Presiden Prancis Francois Hollande pada hari Sabtu (25/02), menyerang balik Donald Trump dengan mengkritik soal kontrol senjata setelah Presiden AS yang baru itu menyerang kebijakan imigrasi Perancis dan Paris.

“Saya tidak ingin membuat perbandingan, tetapi tidak ada senjata yang beredar di sini, tidak ada orang yang mengambil senjata untuk menembak ke kerumunan,” kata Presiden, mengacu pada tindakan kontrol senjata ketat di Perancis yang tidak seperti di AS, sebagaimana dilaporkan France 24.

“Sama sekali tidak baik untuk menunjukkan ketidakpercayaan terhadap sebuah negara yang ramah. Itu bukan apa yang Anda lakukan terhadap sekutu anda, dan saya meminta presiden Amerika untuk tidak melakukan hal itu kepada Prancis,” kata Hollande pada pembukaan pameran pertanian tahunan di Paris.

Perang Komentar itu dimulai ketika, dalam sebuah pidato untuk partai konservatif di sebuah reli di luar Washington, pada hari Jum’at lalu, Trump menghina Perancis.

Trump menyebut bahwa temannya ‘Jim’ yang sebelumnya sering mengunjungi Paris, tapi Jim sudah tak lagi mengunjungi ibukota Prancis itu dalam empat atau lima tahun terakhir karena “Paris tidak lagi Paris.”

“Lihatlah apa yang terjadi di Perancis. Lihatlah Nice dan Paris,” kata Presiden mengacu pada serangan tragis Bastille Day tahun lalu di Nice dan serangan2015 di Paris.

“Sekarang dia (Jim) bahkan tidak berpikir untuk pergi ke sana. Lihatlah apa yang terjadi kepada orang-orang di dunia kita dan kita harus cerdas. Kita harus cerdas. Kita tidak bisa membiarkan hal itu terjadi pada kita,” kata Trump.

Pernyataan Trump ini dikeluarkan karena saat ini ia tengah berjuang untuk membela tindakan keras dan kontroversialnya soal imigran dan mengkritik tidak hanya sekutu lama negaranya Prancis, tetapi juga Swedia dan Jerman. (Voai)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment