Percayai Drama Palsu ‘White Helmets’, John Kirby Nodai Reputasinya Sendiri

1021653489-e1479559164330.jpg

Minggu, 20 November 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, MOSKOW – Laporan palsu mengenai pemboman “rumah sakit” dan “sekolah” yang diduga terletak di wilayah yang dikuasai teroris di Suriah, diciptakan oleh kelompok “White Helmets” yang dibiayai oleh London. Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Mayjen. Igor Konashekov mengatakan hal ini pada Jum’at (18/11).

“Setelah tiga hari, kemudian menjadi benar-benar jelas bagi semua orang bahwa dugaan pengeboman terhadap ” rumah sakit “dan” klinik berjalan “di Aleppo hanya ada dalam imajinasi juru bicara Departemen Luar Negeri AS John Kirby. “Kesalahan informasi yang memalukan ini”pasti akan tetap menjadi noda pada biografi Laksamana Kirby,” kata Konashenkov, sebagaimana dilaporkan Sputnik. (Baca juga: Rusia: Retorika AS Soal Situasi di Suriah Didasarkan Kebohongan)

Juru bicara Kementerian Pertahanan menambahkan bahwa jika semua “rumah sakit” dan “klinik” yang “diduga dibom” dihitung, itu berarti tidak ada yang tersisa di Suriah selain dari mereka.

Baru-baru ini, John Kirby menyalahkan Angkatan Udara Pasukan Rusia karena diduga melakukan “pemboman rumah sakit” di Suriah. (Baca juga: Rusia Menarik Diri Dari Pengadilan Pidana Internasional)

Pihak Rusia telah sering meminta organisasi internasional untuk memberikan data atau bukti tentang keberadaan setiap fasilitas medis dan sekolah di wilayah yang dikuasai teroris di Suriah namun organisasi itu mengatakan mereka tidak memiliki informasi tentang keberadaan setiap fasilitas tersebut.

“Kami telah berulang kali meminta perwakilan dari Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Jerman, negara-negara lain dan organisasi internasional untuk memberikan informasi mengenai lokasi posko kesehatan bantuan [ ‘rumah sakit’] atau sekolah di daerah yang dikendalikan oleh teroris Suriah,” jelas Konashenkov. (Baca juga: White Helmets Akui Organisasinya Didanai Negara-negara Barat)

“Jawabannya selalu sama – tidak ada yang memiliki informasi tersebut,” katanya.

“Hanya ada laporan oleh” White Helmets “atau wartawan(“aktivis”) anonim lokal” “tambah juru bicara itu. Ia kemudian menggarisbawahi bahwa pemerintah Inggris secara resmi mengalokasikan dana untuk kegiatan “White Helmets” dan “media massa bayaran” di Suriah yang bertugas memposting informasi palsu di Facebook dan Twitter tentang serangan kimia dan laporan yang diberikan oleh penduduk setempat dan “White Helmets”.

Negara-negara Barat menuduh Rusia memperpanjang kekerasan dengan memberikan dukungan udara untuk pasukan Suriah, sementara Moskow menegaskan bahwa mengakhiri kekerasan hanya mungkin dengan bekerja sama dengan pemerintah yang sah. (VOAI)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment