Peskov; AS Ancam Rusia dengan Cara yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya

aa3c4ae4-ff32-4e60-95dc-dd6a4d54bea.jpg

Minggu, 16 Oktober 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, RUSIA – Amerika Serikat mengancam Rusia dengan cara yang “belum pernah terjadi sebelumnya”, Moskow pun bersumpah untuk mengambil “tindakan pencegahan.”

Juru bicara kepresidenan Dmitry Peskov pada Sabtu (15/10) menolak tuduhan AS tentang peran Rusia dalam upaya hacking, yang menargetkan pemilihan presiden AS 2016.

Berbicara kepada kantor berita RIA Novosti, Peskov mengutip pernyataan Wakil Presiden AS Joe Biden baru-baru ini, yang menyimpulkan bahwa ancaman AS terhadap Moskow serius.

“Faktanya adalah, ketidakpastian dan agresi AS terus tumbuh. Ancaman terhadap Moskow dan Pemimpin negara kita belum pernah terjadi sebelumnya, karena ancaman diumumkan di tingkat Wakil Presiden AS,” katanya. “Tentu saja, mengingat sebegitu agresif, kita harus mengambil langkah-langkah untuk melindungi kepentingan kita.”

“Ketidakpastian tersebut berbahaya bagi seluruh dunia,” ujar Peskov.

Biden dalam pernyataannya pada hari Jumat, juga menegaskan bahwa AS siap untuk menanggapi serangan cyber Rusia, dan mengatakan, AS “mengirimkan pesan” kepada Presiden Rusia Vladimir Putin. “Kami memiliki kapasitas untuk melakukannya.”

Kantor berita NBC News melaporkan pada Jumat, bahwa CIA telah diminta untuk menyiapkan operasi “rahasia” yang dirancang untuk “mempermalukan” Rusia.

Lembaga mata-mata tampaknya telah mulai “membuka pintu cyber, memilih target dan membuat persiapan lainnya untuk operasi.”

WikiLeaks, yang dituduh oleh otoritas AS, bekerja untuk Rusia, bereaksi terhadap pengumuman yang menunjukkan bahwa rencana tersebut adalah palsu.

Website transparansi yang telah merilis ribuan email dari kampanye calon Partai Demokrat Hillary Clinton menjelang pemilu 8 November, telah merusak upaya tersebut. Dan dalam Twitter-nya juga menyatakan bahwa “serangan cyberwar AS pada Rusia serius: 1) itu tidak akan diumumkan 2) itu akan menjadi tanggung jawab [Badan Keamanan Nasional] NSA bukan CIA.”

Awal bulan ini, Presiden Barack Obama mengeluarkan pernyataan secara resmi yang menuduh Kremlin melakukan upaya untuk “mengganggu” pemilu di AS.

Dalam forum ekonomi di Moskow, Presiden Rusia mengatakan bahwa upaya hacking “tidak ada hubungannya dengan kepentingan Rusia.”

“Semua orang berbicara tentang ‘siapa yang melakukannya.” Yang paling penting adalah apa yang ada dalam informasi ini,” tegas Putin. [VOAI]

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment