Petinggi Demokrat Tuduh Pimpinan FBI Berpihak Pada Donald Trump

fbi

Selasa, 1 November 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, WASHINGTON DC – Direktur FBI James Comey telah menerima kritikan pedas dari sejumlah pejabat AS, yang mnyebutnya telah berusaha untuk “menggoyahkan” pemilu AS dengan membuka kembali penyelidikan FBI terhadap capres dari partai Demokrat Hillary Clinton berdasarkan penemuan baru terkait email yang berpotensi merusak.

Pada hari Minggu, Pemimpin Minoritas Senat Harry Reid menulis surat yang menuduh Comey membantu “satu partai politik di atas yang lain”.

“Saya menulis untuk memberitahu Anda bahwa kantor saya telah menetapkan bahwa tindakan ini mungkin melanggar Hatch Act, yang melarang pejabat FBI menggunakan otoritas resmi mereka untuk mempengaruhi pemilu, Melalui tindakan partisan Anda, Anda mungkin telah melanggar hukum, ” tulisnya sebagaimana dikutip Sputnik, Senin (31/10). (Baca juga: John Kerry Sebut Pilpres AS Tahun Ini Benar-benar Memalukan)

Reid melanjutkan dengan menyindir bahwa direktur FBI itu mungkin saja sedang menutupi dugaan hubungan antara calon Partai Republik Donald Trump dengan pemerintah Rusia.

“Dalam komunikasi saya dengan Anda dan pejabat tinggi lainnya di komunitas keamanan nasional, hal itu telah menjadi jelas bahwa Anda memiliki informasi peledak tentang hubungan dekat dan koordinasi antara Donald Trump, para penasihat tingginya, dan pemerintah Rusia, sebuah kepentingan asing yang secara terbuka memusuhi Amerika Serikat, dimana selalu dipuji Trump di setiap kesempatan, “tulis Reid. (Baca juga: Kremlin: Rusia Tidak Pernah Ikut Campur Urusan Internal Negara Lain )

Dalam tuduhannya tersebut, Senator itu tidak menyampaikan buktiapapun untuk klaimnya ini, dan yang lainnya telah menunjukkan bahwa Reid memiliki kebiasaan yang hiperbolik. Selama pemilu 2012, ia salah mengklaim bahwa kandidat Partai Republik Mitt Romney tidak membayar pajak. Tapi memang Russophobia telah menjadi strategi kunci selama kampanye Demokrat tahun ini, dengan kepemimpinan partai dan media mainstream di setiap kesempatan selalu menuduh setiap kritikus Clinton sebagai “mata-mata Rusia.” (VOAI)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment