PM Al-Abadi; Turki-Saudi Jangan Campuri Urusan Irak

turkeys-target

Minggu, 23 Oktober 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, BAGHDAD – Perdana Menteri Irak Heidar al-Abadi telah meminta Turki dan Arab Saudi untuk berhenti mencampuri urusan dalam negeri negaranya, yang terlibat dalam kampanye melawan kelompok teroris Daesh/ISIS.

“Kami ingin kebaikan untuk Arab Saudi dan Turki asalkan tidak mencampuri urusan dalam negeri negara kami,” katanya dalam forum ulama Muslim dan politisi di Baghdad pada hari Sabtu (22/10).

Pembukaan sesi ke-9 dari Dewan Tertinggi Majelis Kebangkitan Islam Dunia di ibukota Irak bertepatan dengan operasi yang sedang berlangsung di negara itu untuk merebut kembali kota kedua Irak, Mosul, dari teroris Daesh/ISIS.

Turki selama ini masih bersikeras ingin memainkan peran militer dalam merebut kembali Mosul meski ditentang Irak, dan hal ini memicu pertikaian diplomatik yang serius antara kedua negara tetangga itu.

Ankara telah mengerahkan pasukannya ke basis mereka di dekat Mosul, mengklaim bahwa mereka ada di sana untuk melatih militan Kurdi dalam pertempuran melawan Daesh.

Abadi mengatakan Turki telah mengirimkan pasukan tanpa permintaan pemerintah Irak, menambahkan Ankara tidak berjuang untuk menghabisi Daesh tetapi berusaha untuk memperluas wilayah.

Menurutnya Ankara sebelumnya tidak membantu Baghdad ketika diminta. Sebelum operasi Mosul, Arab Saudi mengganti duta besarnya untuk Baghdad, yang telah berulang kali menimbulkan kemarahan para pemimpin Irak atas komentar-komentar ikut campurnya. [VOAI]

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment