PM Irak Peringatkan Teroris ISIS; Menyerah atau Mati!

irak-peringatkan-teroris

Selasa, 01 November 2016,

VOA-ISLAMNEWS.COM, MOSUL – Pasukan Irak telah memasuki kota Mosul untuk pertama kalinya sejak operasi besar dimulai  untuk membebaskan kubu teroris Takfiri di Irak.

Anggota pasukan elit Irak Counter Terrorism Service (CTS) berjuang di jalan menuju wilayah Karama, timur kota Mosul, pada hari Senin, dan saat ini terlibat dalam bentrokan dengan teroris, kata Jenderal Wissam Araji.

“Mereka telah memasuki Mosul… Mereka sekarang sedang berjuang di Hay al-Karama,” katanya sebagaimana dikutip oleh Reuters.

Counter Terrorism Service telah memasuki kota, yang menandai tahap baru dalam pertempuran Mosul, kota terbesar kedua di Irak dan markas besar teroris ISIS.

“Pertempuran Mosul bukan rekreasi,” kata Hadi al-Amiri, kepala Organisasi Badr Irak. “Kami siap untuk pertempuran Mosul bahkan jika itu berlangsung selama berbulan-bulan,” tambahnya.

Sebelumnya, Komando Operasi Gabungan Irak mengumumkan bahwa CTS telah melancarkan serangan dari tiga cabang menuju perbatasan timur Mosul.

Menurut para pejabat, Daesh/ISIS telah menggunakan bom mobil di dalam dan sekitar kota untuk menghambat kemajuan pasukan pemerintah.

b9957e1c-1afd-4ee7-87bf-adf413bd126a

Pesan Abadi; Menyerah atau Mati

Selama kunjungan pada Senin (31/10) ke garis depan operasi, Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi mengatakan bahwa pasukan Irak sedang berusaha untuk menutup semua rute pelarian yang digunakan oleh ribu militan Daesh yang masih tersisa di Mosul.

“Insya Allah, kami akan memenggal kepala ular,” katanya dalam wawancara dengan televisi negara. “Mereka tidak dapat melarikan diri, menyerah atau mati.”

Sementara itu, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) melaporkan bahwa sejauh ini 480 teroris Takfiri telah tewas dalam operasi pembebasan Mosul.

“Ini akan meningkatkan jumlah korban tewas, setidaknya 480 teroris ISIS tewas sejak awal pertempuran di wilayah Mosul, di antaranya lebih dari 300 tentara anak dari divisi ‘anak singa khilafah,” kata Observatorium yang berbasis di Inggris.

Tentara dan pasukan relawan telah membebaskan lebih dari seratus desa dan kecamatan sekitar Mosul sejak awal operasi pada 17 Oktober.

Sejak awal operasi, tentara Irak yang didukung oleh pasukan relawan, telah terlibat dalam serangan militer besar-besaran untuk membersihkan Mosul dari teroris Daesh. Kota ini jatuh pada tahun 2014 ketika kelompok teror mulai melanda negeri. (VOAI)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment