Polisi: Penusukan & Kebakaran di Kereta Swiss Tak Terkait Terorisme

swiss

Senin, 14 Agustus 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, ST GALLEN – Seorang wanita yang terluka dalam serangan penusukan dan kebakaran di sebuah kereta di Swiss meninggal karena luka-lukanya pada hari Minggu, begitu pula dengan penyerangnya. Hal ini diumumkan pihak kepolisian yang menekankan bahwa, sementara mereka masih belum menentukan motif dibalik serangan, sejauh ini tidak ada indikasi bahwa serangan tersebut adalah aksi terorisme.

” Tertuduh pria Swiss berusia 27 tahun, telah meninggal karena luka-lukanya,” jelas polisi wilayah Saint Gallen dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu (14/08) sebagaimana dikutip AFP.

Polisi juga telah menegaskan bahwa korban perempuan berusia 34 tahun meninggal karena luka-lukanya.

Menurut Reuters, tiga orang yang menderita luka pisau atau luka bakar masih dirawat di rumah sakit. Dari tiga, duaperempuan , berusia 17 dan 6, berada dalam kondisi serius.

Menurut polisi, sejauh ini tidak ada indikasi bahwa serangan itu merupakan aksi terorisme. Tersangka, yang tinggal di sebuah lingkungan canton, tidak memiliki catatan kriminal.

“Pertanyaan tentang motif masih ada… Sampai saat ini tidak ada indikasi ini adalah tindakan terorisme atau bermotivasi politik,” kata polisi.

Seorang laki-laki bersenjata pisau dan membawa cairan yang mudah terbakar melukai enam orang di Swiss. Serangan dilakukan di dalam kereta terjadi pada Sabtu, 13 Agustus 2016 di St. Gallen, Swiss. Kepolisian Kota Gallen merilis kabar bahwa penyerang adalah warga negara Swiss berusia 27 tahun. (VOAI)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment