#PrayForGarut, Surat Protes Yusuf Muhammad Kepada Aher

#PrayForGarut

Rabu, 21 September 2016,

VOA-ISLAMNEWS.COM, SURABAYA – Akibat banjir bandang ini hampir seluruh arus lalu lintas mengalami kemacetan. Selain itu dari data yang diperolah rumah yang terendam banjir di Kabupaten Garut ada 633 rumah sementara yang hanyut ada 54 rumah. Ungkap Bupati Garut Rudi yang menyebut hal ini bisa berkembang. Dan korban terdampak oleh banjir dari data yang ada sebanyak 893 jiwa.

Banjir yang saat ini terjadi di Garut mendapat respon dari salah satu pegiat media sosial Yusuf Muhammad yang merasa kesal dengan kinerja Gubernur Aher dari kader PKS yang selam ini gembar-gembor tentang pembangunan masjid 1 Trilyun namun tidak bisa mengentaskan masalah banjir yang selama ini melanda di daerahnya, berikut surat protes Yusuf Muhammad kepada Gubernur Jabar Ahmad Heryawan:

SURAT TERBUKA UNTUK GUBERNUR JAWA BARAT

Yang terhormat,

Bapak Ahmad Heryawan (Aher)

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Bagaimana kabarnya? Semoga sehat dan tidak lupa selalu berdo’a.

Semalam bangsa ini dirundung duka dengan bencana banjir bandang akibat luapan air Sungai Cimanuk di kabupaten Garut, Jawa Barat. Diketahui ada 16 orang telah meninggal, entah berapa yang hilang dan korban luka-luka. (Baca: Cletukan Pedas Denny Siregar Kepada Aher Kader PKS)

Apa bapak sudah tahu kabar tersebut? Mereka yang terkena bencana kini kekurangan Air bersih dan suplai makanan. Apa bapak tidak ingin menemui mereka? Ah… Paling bapak mau bilang, “kan sudah ada Bupatinya.” Memang sih sudah ada Bupatinya, tapi apa Gubernur kerjanya cuma berdo’a saja?

Kalau begitu izinkan saya ingin berkeluh kesah pada Tuhan,

“Ya Allah ya Tuhanku, mengapa Engkau turunkan bencana di daerah yang pemimpinya dikenal barokah dan taat beribadah? Semoga ini bukan azab atas predikat sebelumnya yang menyatakan bahwa Jabar sebagai daerah dengan tingkat prostitusi terbesar di Indonesia. (Baca: ISU PKI RENCANA LICIK AMERIKA JATUHKAN JOKOWI)

Ya Allah, Saya tidak habis pikir, mengapa daerah yang Gubernurnya dikenal santun, ramah, agamis dan suka berdo’a namun tetap tidak pernah luput dari segala bencana. Mulai dari tanah longsor, banjir bandang, luapan sampah yang menggunung, dan lain-lain. Semoga Engkau mendengarkan keluh kesah hambaMu ini.”

Pak Aher, saya sering mendengar pernyataan dari penggemar bapak, mereka bilang bahwa dibawah kepemimpinan bapak Jawa Barat akan terhindar dari segala bencana. Meskipun kenyataannya banyak bencana yang menelan korban jiwa, namun bapak tetap terlihat santai bahkan tetap hanya berdoa tanpa berbuat sesuatu yang nyata.

Presiden Jokowi telah memerintahkan Menteri Khofifah untuk segera datang ke lokasi, bukan dengan tangan kosong namun tentunya berbagai bantuan juga akan diberikan. Bukan dengan tangan kosong! Presiden begitu peduli dan cepat merespon suatu permasalahan, sedangkan bapak seakan hanya menyuruh Tuhan untuk menyelesaikan permasalahan.

Coba datang ke lokasi dan lihatlah tangisan keluarga mereka yang menjadi korban bencana. Apa bapak sudah amnesia bahwa dari mereka juga bapak menikmati gaji bulanan? Pak Aher, bukankah kita disuruh Hablu minallah dan hablum minannas?

Ingat! bapak itu sebagai Gubernur, jadi beban dan tanggung jawabnya tentu lebih besar dari seorang Bupati atau Walikota. Bapak dipilih warga Jabar dan digaji itu untuk bekerja, bukan hanya berdo’a komat-kamit membaca mantra.

Pak Aher, tolong belajarlah dari sosok Presiden Jokowi yang tak pernah lelah menemui, menyapa dan membantu rakyatnya tanpa membedakan latar belakang etnis, agama dan budaya. (VOAI)

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Related posts

Leave a Comment