Presiden Filipina Siap Pertaruhkan Nyawa Untuk Memenuhi Sumpahnya

Senin, 20 Maret 2017

VOA-ISLAMNEWS.COM, Manila – Mahkamah Internasional (ICC) yang berrencana untuk menyeret Rodrigo Duterte ke meja hijau dan menggulingkannya dari kursi kepresidenan Filipina, sama sekali tidak mempan. Politisi yang terkenal suka bicara tanpa disaring dulu itu justru menantang balik semua pihak yang berusaha menjegal langkahnya.

“Saya tidak akan terintimidasi oleh Mahkamah Internasional. Apalagi dimakzulkan,” Kata Duterte, Senin (20/3/2017).

Duterte bersumpah dia akan mempertaruhkan nyawanya untuk memenuhi sumpah dan menyelesaikan masa jabatannya sebagai presiden. Sebab bagi dia, janji kepada rakyat untuk memberantas narkoba, korupsi dan kejahatan di negaranya lebih penting dari apa pun. Untuk itu, dia lebih memilih menjadi antagonis daripada harus mencabut kebijakannya tersebut.

Duterte berkata “Saya akan memenuhi janji saya, bahkan jika harus membayarnya dengan nyawa, kehormatan dan kepresidenan ini. Saya bisa kehilangan semua itu, tetapi saya akan tetap berpegang pada janji saya. Dorongan melawan korupsi, kriminalitas dan narkoba akan terus berlanjut”.

Duterte menggemparkan dunia dengan caranya memerangi narkoba di Filipina. Kejahatan yang sudah mengurat akar di Negeri Lumbung Padi, dibabat Duterte dengan kebijakan yang disebut banyak orang sadis dan keji.

Sedikitnya 8.000 nyawa telah melayang akibat langkahnya memerangi narkoba. Sebagaimana dia mengizinkan semua orang menembak mati mafia narkoba yang mencoba melawan ketika hendak ditangkap. Dalam tiga bulan pertama kepemimpinannya, penjara-penjara Filipina juga penuh dibuatnya. Para tahanan membeludak, berjejal melebihi kapasitas seharusnya.

Duterte menekankan, “Tinggalkan sabu (narkoba) jika Anda ingin hidup. Jika Anda tidak mau berurusan dengan pemerintah, berhenti melakukan tindak pidana perdagangan orang. Sesederhana itu. Sebab tidak akan pernah pemerintah kehilangan momen untuk berfokus pada hal-hal tersebut.”

Kamis lalu, perwakilan oposisi Gary Alejano melayangkan gugatan untuk memakzulkan Duterte. Ini merupakan gugatan hukum pertama yang dilakukan terhadapnya. Bak sudah jatuh, tertimpa tangga, ICC pun menggencarkan penyelidikannya terhadap dugaan kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang melibatkan mantan Wali Kota Davao tersebut.(VOAI/okezone)

Related posts

Leave a Comment