Presiden Rusia Batal Kunjungi Perancis Pasca Sindiran Hollande

1148698-e1476225183554.jpg

Rabu, 12 Oktober 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, MOSKOW – Seorang anggota parlemen senior Rusia mengatakan pada hari Selasa (11/10) bahwa Keputusan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membatalkan kunjungannya ke Paris menunjukkan bahwa  sama sekali tidak ada sinyal perbaikan dalam hubungan dengan Perancis.

“Ini bukan fase baru memburuknya hubungan. Presiden Putin menghormati dirinya dan menghormati negaranya,” ungkap Vladimir Dzhabarov, wakil ketua pertama dari komite internasional Dewan Federasi parlemen atas Rusia kepada wartawan sebagaimana dikutip kantor berita Rusia, TASS.

Dalam kata-katanya, keragu-raguan pemimpin Perancis tentang pertemuannya dengan presiden Rusia tidak dapat diabaikan Moskow.

Menurut anggota parlemen Rusia itu, posisi Perancis tentang hal itu tampaknya berasal dari “kebencian” bahwa Rusia menolak untuk memilih rancangan resolusi Perancis mengenai Suriah. “Ini adalah reaksi marah dari Prancis,” katanya.

Pada hari Senin, Presiden Prancis Francois Hollande menyatakan keraguan apakah pembicaraan dengan Putin diperlukan di tengah perbedaan dengan Rusia atas Suriah. Kemudian Menteri Luar Negeri Perancis Jean-Marc Ayrault mengatakan Hollande akan membuat keputusan akhir tentang pertemuan pribadinya dengan Putin “mempertimbangkan situasi di Suriah.”

Terkait hal itu, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, mengatakan kepada wartawan pada hari Selasa bahwa Putin telah memutuskan membatalkan kunjungannya ke Paris yang dijadwalkan pada 19 Oktober.

“Presiden telah membuat keputusan untuk membatalkan kunjungan (ke Paris),” kata Peskov, menjelaskan. (Voai)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment