Presiden Turki: Perang Salib Lawan Bulan Sabit Pemicunya adalah Eropa

Jum’at, 17 Maret 2017

VOA-ISLAMNEWS.COM, ANKARA – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengancam akan mengakhiri perjanjian kontroversial dengan Uni Eropa, yang bertujuan untuk menghentikan masuknya pengungsi ke benua Eropa karena ketegangan antara kedua belah pihak yang terus meningkat.

Berbicara dalam pidato televisi pada hari Kamis (16/03/2017), Erdogan mengatakan Uni Eropa bisa “melupakan” kesepakatan, yang telah dicapai pada Maret 2016 lalu, untuk membendung aliran pengungsi ke Eropa dengan imbalan keuangan dan kebijakan politik untuk Ankara.

Erdogan lebih lanjut menuduh Uni Eropa tidak menepati janji kepada warga Turki dengan memberikan bebas visa di Eropa.

Dia juga mengecam keputusan terbaru yang dikeluarkan oleh pengadilan Uni Eropa yang mendukung membatasi pengenaan jilbab, dan menuduh Eropa telah meluncurkan “perang salib” terhadap Islam.

“Pengadilan Uni Eropa, Pengadilan Eropa (ECJ), saudara-saudaraku yang terhormat, mereka telah memulai perang salib melawan bulan sabit (muslim)”.

Pada hari Selasa, ECJ mengatakan tidak masalah jika sebuah perusahaan memiliki aturan internal yang melarang pemakaian “tanda-tanda politik atau agama” seperti jilbab.

“Di mana kebebasan beragama?” Tanya Erdogan. “Malu pada filosofis Uni Eropa Anda. Malu pada nilai-nilai Anda. Malu pada hukum dan keadilan!”

Erdogan mengatakan, “Eropa dengan cepat bergulir kembali ke hari-hari sebelum Perang Dunia II.” [Voai]

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment