Profesor Medis: Usia Hillary Clinton Tak Mampu Bertahan Lebih dari 18 Bulan Lagi

hillary-sakit

Rabu, 14 September 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, WASHINGTON DC – Seorang ‘profesor medis’ dalam video sepuluh menit yang diposting di YouTube, mengklaim bahwa calon Presiden ari partai Demokrat, Hillary Clinton, menderita demensia vaskular subkortikal. Ia berspekulasi bahwa istri mantan Presiden AS itu tidak punya lebih dari satu tahun untuk hidup.

Daily Express melaporkan bahwa Hillary Clinton telah berulang kali membantah bahwa ia berjuang dengan masalah kesehatan yang serius, dan ternyata ia “tidak pernah pulih” dari penyakit penggumpalan darah yang serius di 2012 dimana hal itu telah “memicu” penyakit degeneratif.

Klaim kontroversial terbaru ini datang dari seorang profesor di sekolah kedokteran AS, yang dengan anonim telah memposting video ini secara online.

Dalam video 10 menit di YouTube itu, sang professor menggunakan scan otak, dilengkapi catatan medis dan klip gerak lambat dari Nyonya Clinton tersebut. Sang “professor”, yang mengklaim telah mengajar di tiga lembaga medis itu telah membongkar kasus ini secara blak-blakan.

Sang ‘profesor’ mengklaim bahwa Hillary yang telah berusia 68-tahun itu, sudah menjelang ajal akibat penyakit yang dideritanya dan “sangat tidak mungkin” untuk hidup lebih dari 18 bulan.

“Subkortikal demensia vaskular adalah bentuk penyakit sangat sulit karena mempengaruhi batang otak, yang mengontrol banyak fungsi primitif tubuh kita,” kata sang professor itu. (Baca juga:Sempat Pingsan, Hillary Clinton Klaim Dirinya Baik-baik Saja)

Dokter itu melanjutkan: “Saya telah merawat banyak pasien dengan anomali otak sepanjang karir saya.

“Saya dapat memberitahu Anda bahwa Hillary menunjukkan penurunan yang konsisten dengan penyakit progresif seperti demensia vaskular.

“Sangat sedikit dokter berbicara tentang hal ini karena mereka tidak ingin terlibat.

“Hillary Clinton sakit dan kemungkinan sekarat. Saya tidak mengada-ada atau melebih-lebihkan ini. Ini adalah khas dari perkembangan demensia vaskular,” jelas sang professor lebih lanjut. (VOAI)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment