Putra Mahkota Saudi Sebut Trump Sebagai Teman Sejati Umat Islam

VOA-ISLAMNEWS.COM, WASHINGTON DC – Seorang penasihat senior Deputi Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman memberi pernyataan sebagaimana dikutip Bloomberg pada Rabu (15/03), bahwa Trump, presiden Amerika Serikat yang telah menuai protes di seluruh dunia atas sikapnya yang dianggap memusuhi umat Islam, sebagai “Teman sejati” muslimin.

“Pangeran Mohammed Bin Salman membicarakan dengan Presiden Trump masalah pelarangan beberapa warga dari enam negara untuk memasuki Amerika Serikat, dan bahwa Yang Mulia sedang memantau hal ini dari awal. Arab Saudi tidak percaya bahwa larangan ini menargetkan negara-negara Muslim atau agama Islam. Langkah ini merupakan keputusan berdaulat yang bertujuan untuk mencegah teroris dari memasuki Amerika Serikat.” Demikian bunyi pernyataan tersebut.

Pernyataan itu juga menyebut bahwa pertemuan antara Pangeran Mohammad bin Salman dan Presiden Trump sukses besar, menandai titik balik bersejarah dalam hubungan bilateral kedua negara.

Banyak perjanjian ekonomi antara kedua negara telah dibahas. Meliputi investasi besar Saudi di Amerika Serikat dengan imbal balik memberi peluang seluas-luasnya bagi perusahaan-perusahaan Amerika untuk memasuki pasar Saudi. Pernyataan pihak Saudi yang dikutip Bloomberg itu menyatakan bahwa hal ini tidak akan tercapai tanpa upaya Presiden Trump untuk memperbaiki iklim investasi di dalam Amerika Serikat.

Perkembangan terbaru ini berbanding terbalik dari sebelumnya, dimana Trump telah berulang kali mempertanyakan hubungan AS dengan Arab Saudi saat ia mengikuti pemilihan calon presiden pada 8 November tahun lalu. Ia menyarankan bahwa AS harus mempertimbangkan untuk menyingkirkan Riyadh karena Washington sudah semakin mengurangi ketergantungan pada minyak luar negeri.

Trump bahkan sempat terlibat dalam perang twitter dengan salah satu keluarga kerajaan, Pangeran Arab Saudi Al Waleed bin Talal saat Trump sedang dalam usahanya lolos menjadi kandidat calon presiden AS.

“Anda adalah aib tidak hanya untuk GOP (Partai Republik) tetapi untuk seluruh Amerika,” ujar Pangeran Al-Walid kepada Trump dalam cuitannya di Twitter kala itu. Dalam tweet berikutnya, Pangeran Al-Walid mengatakan bahwa Trump harus meredam ambisinya menjadi presiden. “Mundur dari pemilihan presiden AS karena Anda tidak akan pernah menang”.

Trump pun tak tinggal diam dan sempat menyebut pangeran saudi tersebut “tolol” dalam celotehannya di Twitter. Trump yang kala itu masih merupakan calon nominasi presiden dari Partai Republik juga menuding bahwa pangeran Saudi tersebut menggunakan “uang papa” untuk mengendalikan politikus Amerika Serikat.

“Itu tidak akan terjadi ketika saya terpilih sebagai presiden,” ujar Trump. (Voai)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment