Raja Salman Al-Saud Setujui Pendirian 3 Universitas di 3 Kota Besar Indonesia

Raja Salman

VOA-ISLAMNEWS.COM, JAKARTA – Ideologi yang mulanya bertumbuh di Timur Tengah ingin dijejalkan begitu saja ke Indonesia. Bahkan konflik-konfliknya juga ikut dibawa ke sini. Pertentangan Saudi yang Wahabi dan Iran yang Syiah misalnya. Tiba-tiba di sini kita dijejali kampanye anti Syiah. Bahkan sampai mengkafir-kafirkan segala. Padahal di Saudi sendiri, banyak penduduknya yang bermazhab Syiah. (Baca: India Tolak Visa Imam Wahabi Untuk Cegah Fitnah Sektarian Yang Biasa Dihembuskannya)

Artinya mereka berusaha mendesakkan keyakinanya untuk memetik keuntungan ideologis dari penduduk Indonesia yang sebagian besar muslim. Seperti biasa, alasannya adalah pemurnian ajaran agama.

Sikap ingin melakukan pemurnian itu, biasanya ditandai dengan kekecewaan pada kondisi saat ini yang dipandang tidak berjalan sesuai hukum Tuhan. Diawali dengan membenci dan merasa benar sendiri inilah akhirnya sikap radikal muncul.

Di beberapa Negara Kerajaan Saudi membuka sekolah dan kampus-kampus yang jelas sekali mengajarkan dan untuk menyebarkan ideologi horornya yaitu Wahabisme. Saat ini pemerintah Arab Saudi dilaporkan siap membangun tiga ma’had, lembaga pendidikan setara universitas di Indonesia. Pembangunan tiga ma’had baru ini dipastikan setelah adanya persetujuan dari pemimpin Saudi, Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud. (Baca: Persekutuan Hitam Rezim Saudi dengan Wahabisme yang Anti Nabi Muhammad)

“Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud, yang juga Ketua Dewan Menteri telah mengeluarkan persetujuannya atas rencana pendirian tiga ma’had (setara institut islam) di Indonesia, yaitu di kota Surabaya, Medan dan Makassar, yang berafiliasi pada Universitas Imam Muhammad bin Saud,” kata Kedutan Besar Saudi di Jakarta, dalam siaran pers yang dilansir oleh Sindonews pada Rabu (24/8).

Menurut Kedubes Saudi, dengan terbitnya persetujuan Raja Salman tersebut, pihak Universitas dapat menjalankan semua prosedur resmi guna proses pembukaan lembaga ini melalui Kedubes, yang telah melakukan komunikasi dengan pihak terkait di Indonesia. (Baca: Wahabi Hidup dari Dana Arab Saudi, Untuk Porak Porandakan Kerukunan Beragama)

“Proses pendirian dijadwalkan dapat dimulai untuk dua ma’had pada awal bulan Muharram tahun depan (pertengahan Oktober 2016 dalam kalender Masehi),” sambungnya.

Hingga saat ini Saudi telah mendirikan dua Institut Islam di Indonesia, yaitu Ma’had Khadimul Haramain Asy-Syarifain di Aceh, dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta. (Voai)

Sumber: Salafynews.com

Related posts

Leave a Comment