Raja Salman Keluarkan “Dekrit” Kebangkrutan Saudi

images-1

VOA-ISLAMNEWS.COM, RIYADH – Raja Salman Saudi, pada hari senin telah mengeluarkan dekrit yang sangat tampak menunjukkan detik-detik kebangkrutan Saudi, isi dekrit itu memerintahkan pengurangan gaji bagi karyawan umum sebesar 15 %, dan karyawan di kementerian dan Dewan Syuro 20 %, akan tetapi jumlah mereka semua tidak lebih dari 200 orang. Saudi mengalami defisit keuangan sebesar $ 90 miliar tahun ini, dan $100 miliar di tahun lalu. (Baca: Arab Saudi Tidak Bisa Diselamatkan dari Kebangkrutan)

Karena ketakutan pihak kerajaan akan adanya aksi demo rakyat Saudi atas dekrit ini maka salah satu ulama bayaran kerajaan Mufti Abdul Aziz mengeluarkan sebuah pernyataan bahwa saya peringatkan warga Saudi untuk tidak mengikuti jejak Suriah dan Yaman yang memprotes keputusan Raja Salman Bin Abdul Aziz perihal rendahnya upah bulanan para pekerja, ini merupakan sebuah bencana, dan ada sebab khusus. Seperti diketahui Raja Salman Arab Saudi telah menghabiskan miliaran dolar untuk membeli senjata dari sekutu Barat-nya karena terus melaksanakan kampanye serangan udara terhadap Yaman. Agresi militer Riyadh tidak memiliki mandat apapun dari PBB dan telah menewaskan lebih dari 10.000 rakyat Yaman, dan itu menggunakan uang rakyat. (Baca: Krisis Moneter di Saudi, Ribuan Pekerja Filipina Minta Pulang)

Arab Saudi, yang dulu dikenal dengan kerajaan yang suka belanja barang-barang super mewah dan kehidupan Glamour, telah diguncang krisis akibat harga minyak yang rendah dan operasi militer yang sangat mahal terhadap tetangga selatannya yaitu Yaman. (Baca: Perusahaan Saudi Paksa Tenaga Kerja Asing Bekerja Tanpa Bayaran)

Masyarakat pekerja asing Arab Saudi juga telah merasakan dampak dari defisit anggaran kerajaan ini, dengan laporan yang menunjukkan bahwa banyak pekerja tetap tidak dibayar selama berbulan-bulan dan perusahaan-perusahaan besar tidak memiliki pilihan selain memecat para pekerja asing mereka. (Voai)

Sumber: Salafynews.com

Related posts

Leave a Comment