Rodrigo Duterte Berjanji Akan Akhiri Latihan Militer Dengan AS

04b9c8ca-2328-4698-9285-442fbf5072.jpg

Kamis, 29 September 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, FILIPINA – Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan pemerintahannya akan mengakhiri latihan militer bersama dengan Amerika Serikat, dan menekankan bahwa latihan yang akan datang yang telah dijadwalkan pada bulan depan akan menjadi yang terakhir antara kedua negara.

“Aku memberitahukan kepada Anda sekarang, bahwa ini akan menjadi latihan militer yang terakhir antara Filipina-AS,” kata Duterte.

Filipina dan Amerika Serikat akan mengadakan Latihan Landing Amphibious dari 04-12 Oktober di Filipina. Kedua negara sebelumnya menggelar latihan militer pada bulan April, yang melibatkan lebih dari 8.000 pasukan dari kedua belah pihak. Latihan militer tahunan telah menjadi pilar dari aliansi pertahanan antara Manila dan Washington, sejak tahun 1951.

Namun, Duterte telah mengambil garis keras selama beberapa minggu terakhir, dan mengatakan pemerintah Filipina akan mendorong pasukan khusus AS keluar dari selatan negaranya.

Awal bulan ini, Duterte bentrok dengan Presiden AS Barack Obama atas kritiknya soal catatan hak asasi manusia Filipina. Dia menghina Obama saat berpidato sebelum KTT ASEAN di Laos.

Presiden Filipina juga telah membela tindakan kerasnya dalam melawan kejahatan dan penyelundupan narkoba, yang telah menyaksikan 3.700 orang dieksekusi dan dibunuh.

Filipina seperti Vietnam telah berselisih dengan China atas Beijing yang meningkatkan klaim atas Laut Cina Selatan. Laporan mengatakan Duterte akan mengangkat isu ini selama perjalanan dua hari ke Hanoi.

Presiden Duterte belum memutuskan niatnya untuk mencapai aliansi perdagangan baru dengan China dan Rusia di kawasan, selain menyikat asumsi lama yang mempertahankan aliansi pertahanan dengan AS bisa berfungsi sebagai pencegahan terhadap kebangkitan China. [VOAI]

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment