Rusia Akui Suriah Disuplai Sistem Rudal S-300

systemrudals-300

Rabu, 5 Oktober 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, DAMASKUS – Moskow telah mengerahkan sistem pertahanan rudal S-300 permukaan ke udara ke Suriah dalam upaya untuk mempertahankan pangkalan Angkatan Laut dan armada kapal perang Rusia. Memang, Republik Arab Suriah telah menerima sistem rudal S-300 anti-pesawat.

Sistem ini dirancang untuk menjamin keamanan dari pangkalan angkatan laut di Tartus dan kapal perang yang terletak di wilayah pesisir,” kata juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Igor Konashenkov, mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Selasa.

Pernyataan itu terjadi beberapa jam setelah Fox News mengutip tiga pejabat AS yang mengatakan bahwa Rusia telah mengirimkan sistem rudal S-300 ke Suriah pada akhir pekan dalam penyebaran pertama dari sistem tersebut di luar perbatasannya. Para pejabat mengklaim bahwa Moskow “terus meningkatkan operasi militernya di Suriah.” [Baca; Perang Rusia-Amerika di Langit Suriah Tak Terhindarkan]

Mengacu laporan itu, Konashenkov mengatakan, “Tidak jelas mengapa penyebaran S-300 menyebabkan tanda bahaya pada mitra Barat kami”. Lebih lanjut meyakinkan bahwa sistem rudal S-300 adalah murni untuk tujuan defensif dan tidak menimbulkan ancaman.

November tahun lalu, Rusia mengerahkan sistem rudal terbaru S-400 ke pangkalan militer Hmeimim di Suriah sebagai bagian dari dorongan keamanan menyusul jatuhnya jet Rusia yang ditembak oleh Turki di Suriah.

Pada hari Senin, juru bicara Departemen Luar Negeri AS, John Kirby mengumumkan bahwa Washington menangguhkan partisipasinya dalam saluran bilateral dengan Moskow yang didirikan untuk mempertahankan gencatan senjata di Suriah. [Baca; Pasukan Suriah Siap Hajar Teroris di Tiga Distrik Penting Aleppo]

Pengumuman itu terjadi dua minggu setelah AS-Rusia mengumumkan gencatan senjata terbaru yang ditengahi di Suriah berakhir setelah berjalan seminggu, dan penolakan Damaskus untuk memperpanjang kesepakatan tersebut sebagai hasil dari serangan udara yang dipimpin AS yang menarget pangkalan militer dekat kota Deir Ezzor, dan di anggap melanggar perjanjian. Rusia berharap Washington memberlakukan kebijaksanaan politik atas Suriah.

Dalam perkembangan lain pada Selasa, juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyatakan harapan bahwa “kebijaksanaan politik” akan menang di Washington mengenai kerjasama Suriah. Peskov lebih lanjut mencatat bahwa suspensi Washington tidak berarti “Rusia akan meninggalkan rencananya untuk membantu Angkatan Bersenjata Suriah dalam perang melawan terorisme.” proposal untuk menghidupkan kembali kesepakatan gencatan senjata di Suriah. [Baca; MENGGILA! Koalisi AS Bombardir Lebih Banyak Jembatan di Deir Ezzur, 50 Warga Sipil Tewas]

Dia menambahkan bahwa Erdogan dapat mendiskusikan masalah tersebut melalui telepon dengan Presiden AS Barack Obama dan Presiden Rusia, Vladimir Putin. [VOAI]

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment