Rusia Gunakan Rudal Bastion Untuk yang Pertama Kalinya di Suriah; VIDEO

rusia_gunakan_rudal_bastion_di_suriah

Rabu, 16 November 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, RUSIA – Presiden Academy of Geopolitical Problems, Konstantin Sivkov, sebagaimana dikutip Ria Novosti Selasa 15 November 2016, mengatakan “Ini pertama kalinya  Bastion  digunakan   untuk target darat. Ini bertujuan untuk menguji kemampuan sistem dalam kondisi tempur nyata.”

“Memang, ini adalah pertama kalinya sistem Bastion dipersenjatai dengan rudal Oniks telah digunakan terhadap target darat. Saya pikir menggunakannya pada misi tempur ini bertujuan untuk menguji kemampuan tempur sistem ini terhadap target darat, bukan untuk menghancurkan target musuh yang penting,” kata Sivkov.

Menteri Pertahanan, Sergei Shoigu mengatakan pada hari Selasa dalam pertemuan antara kepala negara, Vladimir Putin, dengan pimpinan angkatan bersenjata, bahwa peluncuran sistem rudal pesisir “Bastion” dilakukan untuk menarget sasaran yang jauh di dalam Suriah.

Shoigu mengatakan sistem ini digunakan untuk menggempur target darat dan laut. Padahal selama ini sistem tersebut dikenal untuk menyerang target laut dalam upaya melindungi pantai dari serangan kapal musuh.

Di video ini ada bagian di mana Anda bisa melihat bagaimana Bastion melakukan misi serangan darat di Suriah:

Sebelumnya  Menteri Pertahanan Rusia mengatakan sistem Bastion telah dikerahkan ke Suriah untuk melakukan serangan terhadap target ISIS dan pemberontak di Suriah.

“Kompleks ini dapat menghancurkan  target laut dan darat pada jarak 350 kilometer di laut dan hampir 450 kilometer pada target darat,” kata Shoigu.

Analis Sivkov memperkirakan  sistem penargetan  rudal Oniks telah ditingkatkan terutama untuk digunakan pada target darat, karena mekanisme untuk melacak dan menyerang target di darat dan di laut sangat berbeda.

“Intinya adalah bahwa rudal ini dilengkapi dengan target pencari untuk target yang berlayar di laut.”

Namun, dia memperkirakan  di Suriah, militer Rusia mungkin telah menggunakan rudal versi laut, tetapi terhadap sasaran radiokontras darat.

“Mungkin, rudal ditembakkan untuk menghancurkan sekelompok kendaraan lapis baja atau stasiun radar. Mereka bisa mendapatkan  target dengan radiasi yang dihasilkan oleh target,” jelasnya. [Voai]

Sumber:  Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment