Rusia; PBB Manfaatkan Bantuan Kemanusiaan di Aleppo Sebagai Taktik Politik

4cfbb289-7410-4c7e-b0ad-82aea9ea989

Kamis, 1 Desember 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, MOSKOW – Rusia mengatakan masalah pemberian bantuan kemanusiaan di Suriah menjadi sangat politis bagi PBB ke daerah yang diduduki oleh militan yang didukung Barat.

Pada hari Rabu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria mengatakan hanya satu persen dari pasokan bantuan PBB diarahkan ke barat kota Deir EzZor, di mana 200.000 orang terperangkap oleh kelompok teroris ISIS Takfiri. [Baca; Hampir Setengah Aleppo Timur Telah Kembali ke Tangan Pemerintah Suriah]

Dia juga menambahkan bahwa bantuan PBB paling sering dikirim ke daerah-daerah yang dikuasai militan, termasuk daerah-daerah yang dikuasai oleh kelompok teror Jabhat Fateh al-Sham, yang sebelumnya dikenal dengan Jabhat al-Nusra.

Laporan itu muncul karena situasi kemanusiaan di bagian yang dikuasai teroris di Aleppo, telah menjadi fokus perhatian kelompok-kelompok hak asasi dan peringatan akan terjadinya bencana kemanusiaan di sana.

Aleppo kota terbesar kedua setelah Damaskus, telah menjadi tempat pertempuran antara pasukan Suriah dan teroris. Dukungan udara Rusia, telah membuat tentara Suriah meluncurkan operasi untuk menyatukan kembali kota Aleppo.

Tentara telah menyiapkan beberapa koridor kemanusiaan untuk memfasilitasi warga sipil keluar dari bagian yang diduduki teroris. Namun, militan mencegah warga sipil melarikan diri dari bagian timur Aleppo, dan menggunakan mereka sebagai tameng manusia untuk memperlambat kemajuan pasukan pemerintah. [Baca; Suara dari Aleppo; STOP Omong Kosong, Mereka Semua Teroris]

Pada hari Selasa (29/11), PBB mengatakan, lebih dari 16.000 warga sipil telah melarikan diri dari daerah yang dikuasai oleh militan. Sehari sebelumnya, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan tentara Suriah baru-baru ini telah berhasil mengendalikan setengah dari daerah-daerah yang berada di bawah kendali militan.

Sementara itu, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia melaporkan pada hari Rabu, bahwa sekitar 50.000 orang telah melarikan diri timur Aleppo ke bagian yang dikuasai pemerintah dalam empat hari terakhir. [voai]

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment