Rusia Telah Menewaskan 35 ribu Teroris Selama 6 Bulan di Suriah

perang_suriah

VOA-ISLAMNEWS.COM, SURIAH – Sebanyak 35.000 teroris/pemberontak Suriah yang tewas selama periode 27 Februari sampai 1 September 2016. Demikian klaim Rusia seperti dilaporkan Veterans Today kemarin (10/10).

Deputi Menhan Rusia Anatoly Antonov mengumumkan bahwa selama periode tersebut koalisi yang di dukung Rusia berhasil membebaskan 586 pemukiman dan 12.360 kilometer persegi wilayah yang diduduki pemberontak Suriah. (Baca: Rusia Keluarkan Senjata Rudal Modern dan Canggih Terbaru X 101 di Suriah)

Rusia mulai terlibat dalam operasi militer di Suriah sejak September tahun lalu. Dengan dukungan Rusia tersebut, terutama dalam bentuk serangan udara, pasukan Suriah dan koalisi pendukungnya berhasil memukul mundur para pemberontak dari berbagai posisi. Rusia bahkan aktif dalam operasi pembebasan kota Kristen kuno Palmyra.

Antonov juga mengumumkan keberangkatan kapal induk Admiral Kuznetsov ke lepas pantai di Suriah untuk mendukung operasi melawan terorisme, bulan ini. Mengutip keterangan dari sejumlah pejabat Rusia, kantor berita Interfax menyebutkan bahwa kapal induk tersebut akan didukung oleh sejumlah kapal selam, tanker, dan kapal penolong. Misi tersebut akan berlangsung selama 5 bulan sebelum kembali ke Rusia untuk pembekalan kembali.

Sementara itu Veterans Today juga melaporkan keberhasilan pasukan Suriah dan koalisinya menggagalkan offensif pemberontak di Hama. Pada tanggal 7 Oktober pasukana Suriah dan koalisinya melakukan serangan balik terhadap koalisi pemberontak-teroris Free Syrian Army (FSA), Ahrar al-Sham, Jund al-Aqsa dan Jabhat Fatah al-Sham (Jabhat al-Nusra) di kota Hama di timur-laut Suriah. (Baca: WOW! Rusia Sebar Anti-Rudal di Suriah Hadapi Serangan Rudal AS)

Mulanya pasukan Suriah dan milisi NDF merebut desa Junaynah, kemudian setelah melalui pertempuran sengit berhasil membebaskan desa Sha’atha dan Tulaysiyah. Sehari kemudian mereka merebut desa al-Qahira, perbukitan al-Shu’tha, Khefseen dan pos penjagaan di dekat al-Khaima dan al-Naqra. Pada tanggal 9 Oktober pasukan Suriah dan NDF menyerang dan merebut Tamat al-Khalifah, Qubaybat Abu al-Huda dan Kubbariyah. Sehari kemudian mereka merebut kota strategis Ma’an dan desa Kubbariyah setelah bertempur hebat dengan pemberontak.

Relatif mudahnya pasukan Suriah merebut posisi-posisi penting tersebut disebabkan oleh tidak kompaknya para pemberontak. Pertikaian sengit disertai tembak-menembak sengit terjadi antara kelompok Ahrar al-Sham dan Jund al-Aqsa. Fateh Halab, Liwa al-Haq, Jaish al-Sunna dan Ahrar al-Sharqiyah mengumumkan dukungannya kepada Ahrar al-Sham. Di sisi lain kelompok Fatah al-Sham bersekutu dengan Jund al-Aqsa. Setidaknya 12 komandan dan 80 anggota kedua blok tewas akibat tembak-menembak.

Sedangkan di front Aleppo, pasukan Suriah, NDF, Hezbollah, dan Liwa al-Quds (milisi Palestina pro-Suriah) serta unit-unit pro-pemerintah lainnya dengan dukungan pesawat-pesawat pembom Rusia dan Suriah terus menggempur posisi kelompok teroris-pemberontak. (Baca: AS Serang Tentara Suriah, Rusia Keluarkan Rudal Kalibernya)

Jaish al-Fatah dan Fatah al-Sham. Dengan keunggulan udara, pasukan koalisi Suriah berhasil mengepung pemberontak di Aleppo timur.

Pada 8 Oktober pasukan Liwa al-Quds merebut pemukiman Awijah Neighborhood, disusul kemudian dengan merebut perbukitan di selatan pemukiman itu serta kawasan Jandoul. Sehari kemudian milisi tersebut melanjutkan offensifnya di utara Aleppo, dengan menyerang posisi kelompok Jaish al-Fatah di kawasan Manashir al-Breij.

Tujuan jangka pendek ofensif tersebut adalah merebut Bukit Asfar untuk memungkinkan pengamanan kawasan Majbal Anzarat untuk  memberikan daya tembak ke wilayah utara Anzarat. Bukit lain yang ingin direbut adalah Ayn Tal di timur-laut pemukiman BostanBasha, yang sebagian telah dikuasai pasukan Suriah. Jika berhasil, wilayah pemberontak di Aleppo timur akan semakin sempit dan koalisi Suriah memiliki daya gempur yang lebih efektif sebelum membebaskan Aleppo timur dari kekuasaan pemberontak yang kini telah terkepung rapat.

Di selatan Aleppo, pasukan Suriah dan Hizbullah terus menekan pemberontak di pemukiman Sheikh Saeed. Jalan raya di wilayah ini yang menghubungkan Aleppo tengah menjadi sasaran perebutan pasukan koalisi Suriah. Namun dalam pertempuran perebutan 1070 Apartment Project tidak ada pihak yang menunjukkan keunggulan. (Voai)

Sumber: Salafynews.com

Related posts

Leave a Comment