Saat Pesta Seks dengan 7 Pria di London, Putri Qatar Digrebek Polisi

qatari

Rabu, 31 Agustus 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, LONDON – Pada tanggal 21 Agustus, situs Veterans Today yang menukil dari situs media Financial Times, melaporkan bahwa seorang Putri Qatar telah melakukan pesta seks di sebuah apartemen di London.

Kegiatan pesta seks oleh Putri Qatar ini telah berlangsung lama dengan “motif sakit hati seorang intel Inggris”. Selama ini kegiatan pesta seks diatur oleh seorang intel Inggris dengan imbalan menggiurkan. Namun, Putri Qatar memberikan kepercayaan kepada intel Inggris yang lain. Karena sakit hati, intel pertama kemudian membocorkan kegiatan ini kepada wartawan ‘Financial Times’, dan beritanya menjadi viral di media-media online, meski kemudian Financial Times’ menghapusnya, diduga karena tekanan pemerintah Qatar dan Inggris.

Seperti dilaporkan Veterans Today, para polisi Inggris terkejut mendapati seorang putri kerajaan Qatar tengah melakukan kegiatan seksual bersama tujuh orang di apartemennya di London. Ketika polisi mendobrak kamarnya, putri tersebut tengah melakukan pesta seks dengan tiga laki-laki Eropa, sementara empat laki-laki lainnya tengah menunggu giliran di luar kamar. [Baca juga; Pesta Seks Tiga Putri Saudi Dengan Pejabat Israel]

Putri_Qatar_Di_Tangkap

Awalnya polisi mengintai seorang ‘terduga’ pelaku kegiatan prostitusi ilegal yang ternyata membawa mereka ke apartemen milik Putri Qatar tersebut. Kepada polisi orang itu menyebutkan bahwa putri tersebut bernama Sheikha Salwa, putri kandung dari mantan Perdana Menteri Qatar Hamad bin Jassim bin Jabor Al Thani. Melalui seorang perantara Putri Salwa memintanya membawa serta enam laki-laki dengan ‘kualitas fisik khusus’ yang berpengalaman melakukan aksi seks bersama-sama dengan imbalan menarik. Kepadanya Putri Salwa meminta untuk tetap berada di dalam apartemen hingga semua orang pergi, untuk menjaganya dari aksi-aksi kekerasan seperti telah terjadi sebelumnya. [Baca juga; Liburan Mewah Penuh Wanita Pangeran Saudi Nawaf Al-Saud]

Menurut laporan itu, Putri Salwa mengaku kepada petugas polisi bahwa yang dilakukannya bukanlah prostitusi melainkan membayar orang profesional yang tidak melanggar hukum Inggris. Namun polisi mengatakan bahwa yang dilakukannya adalah tindakan kriminal karena membayar orang-orang dengan catatan kriminal atau membayar orang untuk melakukan kegiatan prostitusi.

Menurut laporan itu kedutaan besar Qatar menawarkan imbalan sebesar $50 juta kepada Financial Times untuk mencegah laporan itu muncul ke publik, namun ditolak.

Laporan Financial Times juga disertai dengan foto-foto erotis yang diambil dari iPad Putri Salwa. [Baca juga; Raja Salman Habiskan 5 Milyar Riyal Untuk Liburan di Maroko]

Skandal_Seks_Putri_Qatar

Sebelumnya, seperti juga dilaporkan Arrahmahnews, bahwa beberapa putri kerajaan Arab Saudi juga terlibat kegiatan seksual dengan perwira-perwira militer Israel. Baik Qatar maupun Saudi dikenal sebagai ‘patron’ dari semua gerakan wahabi di dunia. (VOAI)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment