Saat Pilpres AS, Putin Akan Gelar Operasi Besar-besaran Tumpas ISIS di Aleppo

putin-siapkan-operasi-besar-di-aleppo

VOA-ISLAMNEWS.COM, RUSIA – Surat kabar Inggris “The Times” mengutip dari sumber-sumber intelijen Barat menyebutkan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin sedang bersiap untuk menggelar operasi militer besar-besaran di distrik-distrik di timur Aleppo pekan ini, bersamaan dengan pemilu presiden AS. (Baca: Sekjen NATO Resah Kapal Induk Rusia Menuju Aleppo)

Sumber-sumber intelijen Barat mengatakan bahwa Rusia akan menggelar operasi militer besar-besaran di Aleppo pada pekan ini saat masa pemilihan presiden AS.

Surat kabar Inggris “The Times” mengutip dari sumber itu, yang menyebutkan bahwa presiden Rusia Vladimir Putin berencana untuk memanfaatkan kekosongan politik di Washington selama pemilihan presiden AS dan setelahnya untuk memastikan terciptanya kemenangan yang menentukan bagi kepentingan sekutunya yakni Presiden Bashar Assad di timur kota Aleppo, yang dikuasai dan dikendalikan oleh kelompok militan pada pertengahan November mendatang.

Surat kabar ini juga mengutip analisis dari badan intelijen yang mengatakan bahwa “kapal induk Rusia, yang berada di Mediterania Timur akan digunakan untuk memperkuat armada tempur Rusia di Aleppo dalam rangka mendukung pemerintah Suriah”. Surat kabar ini juga menambahkan bahwa “akumulasi kekuatan Moskow di Suriah menunjukkan bahwa Kremlin lebih tertarik untuk menyerang para pemberontak yang didukung oleh pihak Barat di Suriah daripada fokus pada dialog politik untuk menyelesaikan konflik Suriah”. (Baca: Kapal Penghancur “Smetlivy” Rusia Menuju Suriah :Video)

Dalam konteks yang sama, sumber intelijen ini mengatakan, “Suriah memiliki Rusia, sekutu yang memiliki seperangkat peralatan militer canggih yang tidak akan berhenti mengamankan pengaturan operasi militer melawan teroris”. Sumber itu juga menyebutkan bahwa serangan Rusia merupakan bagian dari operasi militer besar-besaran di Aleppo.

Para analis melihat bahwa ini adalah serangan terbaru Rusia, di mana Moskow telah menghentikan serangannya di timur Aleppo selama 12 hari lalu yang bertujuan untuk menghancurkan berbagai bentuk perlawanan yang menghindarkan kerusakan di satu sisi atau menciptakan situasi yang menakutkan yang mendorong warga memaksa para pemberontak untuk pergi”. (Baca: Rudal Rusia Terbaru “Satan 2” Yang Mampu Hancurkan Perancis)

Surat kabar The Times mengatakan bahwa ada ribuan tentara Rusia yang berada di Suriah, baik sebagai  konsultan untuk tentara Suriah maupun berada  di kamp-kamp Rusia atau tergabung dalam operasi khusus di Suriah.  Tidak ada angka pasti mengenai jumlah tentara Rusia yang berada di Suriah, tetapi beberapa pihak meyakini jumlah mereka mencapai 4.500 orang dan termasuk 100 orang yang tergabung dalam pasukan khusus, satu batalyon Angkatan Laut, satu batalyon infanteri, dan satu batalyon pasukan artileri berat. (VOAI)

Sumber: Salafynews.com

Related posts

Leave a Comment